Pernikahan Dini Jadi Sorotan, KKN UA dan PIK-R ‘Sentil’ 90 Santri di PP Hidayatul Ulum Ganding

- Penulis

Sabtu, 12 September 2026 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan KKN UA di Hidayatul Ulum Ganding

Kegiatan KKN UA di Hidayatul Ulum Ganding

Pernikahan Dini Jadi Sorotan, KKN UA dan PIK-R ‘Sentil’ 90 Santri di PP Hidayatul Ulum Ganding

LIMADETIK.COM, SUMENEP — Pernikahan di usia muda kembali menjadi perhatian. Puluhan santri Pondok Pesantren Putri Hidayatul Ulum (Sabilul Huda), Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, mendapat peringatan keras agar tidak gegabah memasuki jenjang pernikahan sebelum benar-benar siap secara fisik dan mental.

Pesan tersebut disampaikan dalam sosialisasi kesehatan remaja yang digelar Posko 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) berkolaborasi dengan PIK-R Ganding, Sabtu (12/9/2026).

Sekitar 90 siswa dan siswi mengikuti kegiatan tersebut. Bukan sekadar memberikan pengetahuan tentang kesehatan remaja, forum itu juga menjadi ruang untuk membongkar persoalan yang kerap menghantui usia remaja, salah satunya keputusan menikah terlalu dini.

Ketua PIK-R, Aliya Zahra, secara tegas mengingatkan para peserta agar tidak terburu-buru menikah ketika kondisi tubuh belum siap menghadapi kehidupan berumah tangga.

“Saya sarankan kepada siswa dan siswi ini, jangan menikah di usia dini karena tubuh kalian belum siap,” ujar Aliya Zahra.

Menurutnya, keputusan menikah bukan perkara sederhana. Ada kesiapan fisik yang harus diperhitungkan sebelum seseorang mengambil keputusan besar untuk membangun keluarga.

Peringatan serupa disampaikan Mamang, Duta Genre Juara 2. Ia menegaskan bahwa kesiapan menikah tidak cukup hanya diukur dari usia atau keinginan, tetapi juga harus ditopang kesiapan mental dan kemampuan menjalani tanggung jawab rumah tangga.

“Selain tubuh tidak siap, mental kita, tenaga kita juga belum siap. Usia matang untuk menikah, yang laki-laki ini umur 25, yang perempuan 22,” katanya.

Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam sosialisasi kesehatan remaja. Para peserta diajak memahami bahwa masa remaja seharusnya menjadi fase untuk mempersiapkan pendidikan, kesehatan, mental, serta masa depan, bukan terburu-buru mengambil keputusan yang konsekuensinya panjang.

Kegiatan KKN UA dan PIK-R Ganding itu sekaligus menjadi upaya membangun kesadaran generasi muda agar lebih mampu mengenali kondisi dirinya dan mengambil keputusan secara bijak.

Ketua Posko 11 KKN UA berharap edukasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar membekas dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para santri.

“Semoga dengan adanya sosialisasi ini, siswa dan siswi PP Hidayatul Ulum (Sabilul Huda) semakin sadar akan kesehatan dirinya sendiri,” ungkapnya.

Sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa dan siswi tampak antusias mengikuti materi serta berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kesehatan dan kehidupan remaja.

Bagi KKN UA dan PIK-R Ganding, edukasi semacam ini menjadi penting karena keputusan yang diambil pada masa remaja dapat menentukan kualitas kehidupan mereka di masa mendatang.

Pesannya sederhana: jangan biarkan tekanan sosial atau keputusan sesaat membuat remaja kehilangan kesempatan mempersiapkan masa depan.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Berhenti di Panggung Maulid! Kiai Abdul Wafi Minta Warga Buktikan Cinta kepada Rasul
Mubes Perdana KPP Sumenep Digelar, LPJ Pengurus Periode 2021-2026 Diterima Tanpa Syarat
Pendaftaran Ditutup, Puluhan Peserta Siap Bikin Sumenep Gempar Lewat MEC 2026
Prengki Wirananda Kantongi Sertifikasi UKW Utama, Ketua SMSI Sumenep Beri Apresiasi
Tempat Pembakaran Berserakan, KKN Posko 36 Hadirkan Rocket Stove di MI Darul Ulum Banmaling
Wabup Sumenep Tegaskan Pramuka Tak Boleh Sekadar Seremonial, Harus Hadir dengan Aksi Nyata
Pertalite Bersubsidi Diduga “Dijemput” Pakai Jeriken, Sulaisi Sentil Manajemen SPBU Kolor
Rokok Makayasa Tancap Gas, Perluas Jaringan Pasar dari Madiun hingga Batam
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:32 WIB

Jangan Berhenti di Panggung Maulid! Kiai Abdul Wafi Minta Warga Buktikan Cinta kepada Rasul

Sabtu, 12 September 2026 - 20:57 WIB

Pernikahan Dini Jadi Sorotan, KKN UA dan PIK-R ‘Sentil’ 90 Santri di PP Hidayatul Ulum Ganding

Sabtu, 12 September 2026 - 18:49 WIB

Mubes Perdana KPP Sumenep Digelar, LPJ Pengurus Periode 2021-2026 Diterima Tanpa Syarat

Jumat, 11 September 2026 - 09:56 WIB

Pendaftaran Ditutup, Puluhan Peserta Siap Bikin Sumenep Gempar Lewat MEC 2026

Kamis, 10 September 2026 - 20:53 WIB

Prengki Wirananda Kantongi Sertifikasi UKW Utama, Ketua SMSI Sumenep Beri Apresiasi

Berita Terbaru

Fauzi As

Artikel

Tempo Berjudi di Madura

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:31 WIB