Tak Sekadar Bantuan, KEI Buka Jalan bagi UMKM Perempuan Pagerungan Kecil
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Keterbatasan sarana berjualan masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah kepulauan. Menjawab kebutuhan tersebut, Kangean Energy Indonesia (KEI) menyalurkan 10 unit sepeda rombong kepada perempuan pedagang kecil di Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Selasa (27/10/2026).
Bantuan itu menyasar pedagang yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari penjualan gorengan, kue basah, nasi, dan makanan ringan secara keliling. Melalui fasilitas tersebut, para penerima diharapkan dapat menjalankan usaha dengan lebih mudah sekaligus memperluas jangkauan penjualan.
Penyaluran bantuan berlangsung di Balai Desa Pagerungan Kecil melalui program Skala Usaha Kecil Tumbuh Inovatif (SAKTI), bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) KEI tahun 2026 di Kecamatan Sapeken.
Untuk mencapai lokasi kegiatan, tim KEI harus menempuh perjalanan laut menggunakan perahu karet (rubber boat) selama sekitar 30 menit dari Pulau Pagerungan Besar. Di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap keberlangsungan usaha masyarakat setempat.
Sebanyak 10 perempuan pelaku UMKM menerima masing-masing satu unit sepeda yang dilengkapi rombong kaca untuk menyimpan sekaligus memajang dagangan. Sarana itu diharapkan bukan sekadar mempermudah mobilitas pedagang, tetapi juga menunjang aktivitas usaha agar lebih efektif.
Salah seorang penerima, Uswatun Hasanah, mengaku bantuan tersebut menjadi dukungan berarti bagi usaha kue basah yang telah ditekuninya selama dua tahun. Setiap hari, ia menjajakan sekitar 200 kue kepada pelanggan.
“Sepeda rombong ini sangat membantu saya membawa dan menjual kue setiap hari. Bantuan ini benar-benar bermanfaat untuk usaha saya,” ungkapnya.
Manfaat serupa dirasakan Anita, pedagang kue basah yang telah bertahan menjalankan usahanya selama 20 tahun. Baginya, bantuan tersebut menjadi tambahan sarana untuk menunjang aktivitas berjualan yang selama ini menjadi sumber penghasilan.
“Alhamdulillah, saya senang dan bersyukur mendapat bantuan ini. Terima kasih karena usaha kecil seperti saya juga mendapat perhatian,” tuturnya.
Kepala Desa Pagerungan Kecil, Halilurrahman, mengapresiasi dukungan SKK Migas–KEI kepada pedagang kecil di wilayahnya. Ia menyebut, terdapat sekitar 29 pedagang kue keliling di desanya yang membutuhkan dukungan sarana usaha.
Menurutnya, bantuan sepeda rombong bukan kali pertama diterima masyarakat Pagerungan Kecil. Pada 2025, sebanyak delapan unit sepeda rombong juga telah disalurkan kepada pedagang setempat.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian SKK Migas–KEI kepada pedagang kecil. Bantuan ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama mereka yang setiap hari berjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Meski demikian, Halilurrahman menyatakan masih ada pedagang yang belum mendapatkan bantuan serupa. Pemerintah desa, kata dia, akan berupaya membuka akses bantuan melalui anggaran desa maupun pengajuan program kepada KEI.
Ia berharap dukungan tersebut tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi dapat berlanjut sehingga semakin banyak pedagang kecil yang memperoleh kesempatan mengembangkan usahanya.
“Kami berharap program ini terus berlanjut. Masih ada pedagang yang membutuhkan sarana seperti ini, sehingga ke depan semakin banyak warga yang bisa merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Sementara itu, Community Development Kangean Energy Indonesia, Fajrullah, menyampaikan bahwa program SAKTI merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi migas.
Ia mengapresiasi pemerintah desa yang telah berkoordinasi dan mengusulkan program pemberdayaan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Fajrul sapaan nya menegaskan, KEI berupaya melanjutkan dukungan terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat di Pagerungan Kecil, dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan dan kebutuhan program.
“KEI akan terus berupaya mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya di Pagerungan Kecil. Namun, pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kemampuan perusahaan,” jelasnya.
Ia berharap sepeda rombong yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas usaha, membantu meningkatkan pendapatan, serta memperkuat ekonomi keluarga penerima manfaat.
Selain itu, Fajrul juga mengingatkan para penerima agar menjaga dan merawat fasilitas tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap sepeda rombong ini benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha. Rawat dengan baik agar bisa digunakan dalam waktu lama. Semoga dukungan terhadap UMKM di Kecamatan Sapeken dapat terus berlanjut sesuai kemampuan perusahaan,” pungkasnya.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi








