LIMADETIK.com, Jakarta – Tidak terasa 8 delapan tahun yang lalu Bangsa Indonesia kehilangan sosok seorang KH.Abdurragman Wahid (Gus Dur) pemimpin yang mampu mengayomi hampir semua ras yang ada di Negeri indonesia, kini keluarga besar dan sederetan tokoh nasional dan ribuan masyarakat yang hadir dalam acara haul Almarhum Gus Dur yang berlangsung di Pesantren Ciganjur,Jakarta Selatan pada Jumat (22/12/2017) malam.
Di antara tokoh nasional yang hadir, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri, tokoh NU Sulawesi Selatan Anregurutta Sanusi Baco, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Panglima TNI periode lalu Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian,Mahfud MD, KH Husein Muhammad, dua Cagub Jawa Timur Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa serta para ulama dan habaib.
Ketua Panitia Pelaksana Haul ke-8 Gus Dur, Yenny Wahid mengutarakan, pada momen haul tahun 2017 ini, nilai-nilai kebijaksanaan Gus Dur dalam kehidupan agama, bangsa, dan negara harus terus dihidupkan.
Hal itu, menurutnya, praktik nyata perjuangan dan pengabdian Gus Dur demi bangsa dan negara. “Ini sesuai dengan tema haul, Semua Demi Bangsa dan Negara,” ujar Yenny singkat di sela-sela kesibukannya mengomandani kegiatan haul.
Tema tersebut sengaja dipilih sekaligus sebagai bahan refleksi untuk semua elemen bangsa. Bahwa perspektif dan pilihan politik siapa pun boleh saja berbeda. Sebagaimana agama, suku, dan ras juga tidak semua sama.
”Namun, semuanya tetap harus disatukan oleh keinginan membangun bangsa, bukan hanya memenangkan kepentingan pribadi dan golongannya saja,” imbuh Direktur Eksekutif Wahid Foundation itu.
Selain diisi pembacaan tahlil dan istighotsah, acara haul dimeriahkan penampilan Queen Marry, grup biola asal Temanggung, Jawa Tengah, dan grup musik kawakan Bimbo.
Haul di Ciganjur ini sekaligus menandai diselenggarakannya haul Gus Dur di seluruh penjuru tanah air. Beragam bentuk penghormatan dalam rangka haul Gus Dur ini, baik dalam bentuk khataman Al-Qur’an, semaan, istighotsah, tahlil, pertunjukkan seni hingga seminar dan diskusi. (*)