https://limadetik.com/

Begini Klarifikasi Lengkap Pihak BNI Cabang Sumenep Terkait Dugaan Pengusiran Nasabah

  • Bagikan
IMG 20200416 WA0007

SUMENEP, Limadetik.com – Pihak Bank Nasional Indonesi (BNI) Cabang Sumenep akhirnya angkat bicara terkait tudingan dugaan pengusiran nasabah oleh oknum sacurty (satpam) beberapa hari lalu.

Hal itu disampaikan secara langsung pimpinan BNI 45 Cabang Sumenep melalui Kepala bagian pelayanan nasabah Wahyu Adji Prasetija bahwasanya insiden yang terjadi merupakan murni kesalah fahaman antara nasabah atas nama Sumada dengan Satpam.

https://limadetik.com/

“Jadi nasabah bagi kami adalah raja yang harus kita layani sesuai Standard Operasional Prosedur dan harus kami layani senaksimal mungkin. Yang kejadian kemarin pada Senin 13 April 2020 itu murni kesalah fahaman saja atau miskomunikasi anatar nasabah dengan pihak sacurity” kata Wahyu, Kamis (16/4/2020).

Menurut Wahyu, pihaknya sudah melakukan klarifikasi langsung kepada nasabah atas nama Sumada dengan mendatanginya untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.

“Sehak kejadian itu kami langsunh lakukan komunikasi dengan pihak nasabah Sumada beserta putranya. Dan permasalahan sudah selesai, dan tidak ada lagi masalah antara nasabah dengan pihak kita BNI” terangnya.

Dikatakan, Wahyu bahwa pihak security sebenarnya saat itu tengah memberikan pemahaman kepada nasabah termasuk Sumada atas kewajiban menggunakan masker perhari Senin. Hal itu mengacu pada Surat Edaran (SE) dari pusat, dan sudah di sosialisasikan ke seluruh wilayah di Kabupaten Sumenep, tak terkecuali nasabah.

“Intunya kemarin itu, dari BNI melalui pihak security edukasikan tentang kewajiban nasabah untuk memakai masker jika hendak masuk ke ruangan bank,” jelasnya.

Ketika proses edukasi tersebut, lanjut Wahyu menambahkan, pada saat itu security sedang menunjukkan tangannya ke arah pengumuman yang ditempel pada kaca agar dibaca oleh para nasabah, khususnya Sumada.

“Ketika itu, Satpam kita hanya menunjuk pengumuman yang ada di kaca, tidak ada kontak fisik berupa mendorong tubuh nasabah, dan kejadian itu sesuai dengan rekaman CCTV dan tidak benar jika ada hal yang lebih dari apa yang terakam camera pantau BNI,” pungkasnya. (yd/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan