Jakarta, (3 Agustus 2018)

Artikel Oleh: D. Manurung

LIMADETIK.com, ARTIKEL — Wahai Saudara-saudariku Sebangsa dan Setanah Air, Janganlah kehilangan rasa percaya diri, hanya karena komentar jiwa-jiwa kecil yang iri dengan kebaikan hidupmu. Apa pun yang terjadi hari ini, bersikaplah lebih tenang. Semua yang terjadi, walau pun mungkin rasanya tidak enak, sesungguhnya terjadi dengan niat baik. Bersikaplah baik, supaya hasil dari semua ini adalah kebaikan. Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.

Jangan biarkan setiap orang yang datang pada anda, pergi tanpa merasa lebih baik dan lebih bahagia. Jadilah ungkapan hidup dari kebaikan Tuhan. Kebaikan dalam wajah anda, kebaikan dalam mata anda, kebaikan dalam senyum anda. Kebaikan satu-satunya adalah pengetahuan dan kejahatan satu-satunya adalah kebodohan.

Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. Karena apapu itu tetaplah Ada keburukan untuk orang yang berburuk hati, dan ada kebaikan bagi orang yang bersabar.

Jika jahat di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan di balas kebaikan maka itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan di balas kejahatan maka itu adalah zhalim. Tapi jika kejahatan di balas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.

Marilah bersama-sama Berbuat untuk sebuah harapan, yang tidak lagi dikeluhkan tetapi diperjuangkan dan juga Kita harus menggunakan waktu dengan bijaksana dan selamanya menyadari bahwa waktu selalu siap untuk berbuat benar karena Hati hanya akan tentram jika selalu berbuat kebaikan terhadap orang lain.

Dan tetaplah bahwa Orang hebat itu tidak banyak bicara, tetapi hebat dalam berbuat. Dan ingatlah bahwa Kita bertindak baik karena kita memiliki kebaikan atau keunggulan, dan kita memiliki mereka karena kita telah berbuat baik. Bagaimanapun Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya.

Apapun itu Jika kamu berbuat baik kepada seseorang, jangan diingat. Jika seseorang berbuat baik kepada kamu, jangan pernah dilupakan. Dan Berbahagialah mereka yang bisa berbuat banyak hal baik untuk bangsanya. Bila kamu berbuat kebaikan, bersyukurlah karena kamu memiliki kesempatan untuk melakukannya. Dan apapun itu, Semestinya politisi dipilih karena sudah berbuat, bukan karbitan mendadak.

Mari bersatu bahwa Cinta adalah hasrat untuk bersatu dengan sesuatu yang dirasa perlu untuk melengkapi dirinya, dengan cara-cara yang paling sempurna yang diizinkan oleh alam karena Kita ada di sini bukan untuk saling bersaing. Kita ada di sini untuk saling melengkapi dengan Membina hubungan yang baik diperlukan perbedaan untuk saling melengkapi.

Mari kita jalin persatuan dan kesatuan, Apa artinya terlahir sebagai bangsa yang merdeka jika gagal untuk mendidik diri sendiri.

Saat Presiden Jokowi Lantik 724 Perwira TNI – Polri

Dalam upacara pelantikan itu, Jokowi sebagai inspektur upacara memimpin pengambilan sumpah jabatan ratusan perwira. “Selamat atas pelantikan saudara-saudara para ksatria muda sebagai perwira remaja TNI dan Polri,” kata Jokowi dalam amanatnya di Lapangan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018.

Jokowi menuturkan, pelantikan yang dijalani para perwira bukan semata-mata pelantikan. Tetapi menjadi peneguhan kewajiban dan tanggung jawab mereka. “Saudara-saudara harus menjadi perwira yang mengabdi kepada bangsa dan negara, harus menjadi perwira yang menjaga dan menegakkan merah putih yang mendukung kesejahteran rakyat Indonesia demi kelangsungan hidup,” ujarnya.

Selebrasi 724 taruna serta taruni usai acara pelantikan Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisian dalam acara Prasetya Perwira (Praspa) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia Tahun 2018 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 19 Juli 2018.

Jokowi mengingatkan bahwa mereka adalah masa depan TNI dan Polri, dan penentu reformasi di institusi masing-masing. Menurut Jokowi, tangan mereka lah yang akan menjalankan adaptasi dan reformasi. Hati mereka yang akan merawat kedekatan dengan rakyat, dan tekad mereka yang akan memperkokoh Pancasila, NKRI dan bhineka tunggal ika.

“Mulai sekarang ini saatnya saudara-saudara untuk menunjukkan prestasi sebagai satria yang tangguh. Tunjukkan loyalitas kepada masyarakat. Tunjukkan kecerdasan dan ketangkasan menghadapi perubahan zaman,” lanjut Kepala Negara.

“Tunjukkan kemampuanmu untuk menaklukan setiap tugas kedinasan yang diberikan menjadi perwira TNI-Polri adalah membuka ladang pengabdian yang membanggakan pengabdian untuk ideologi Pancasila untuk NKRI untuk konstitusi serta Bhinneka Tunggal Ika serta untuk Indonesia maju,” tambahnya.

Kepala Negara ingin setiap prajurit TNI-Polri menjadi prajurit yang perkasa, yang memiliki kehormatan di mata dunia. Namun, kehormatan itu akan datang dengan hasil jerih payah dan tekad yang kuat membawa Indonesia yang aman, adil, dan makmur.

“Namun saudara-saudara tidak mungkin memperoleh kehormatan jika tidak ada pengorbanan dari para orang tua saudara-saudara, jika tidak ada ketekunan dan dedikasi dari instruktur dan pelatih saudara-saudara, jika tidak ada dukungan dari negara, jika tidak ada hamparan dari Ibu Pertiwi,” ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta para prajurit itu untuk bersyukur dan bersujud kepada Ibu Pertiwi. Ia juga meminta para prajurir untuk berjanji memberikan yang terbaik sebagai pengabdiannya kepada Indonesia.

“Saatnya saudara-saudara bersimpuh kepada orang tua saudara-saudara dan berterima kasih atas segala pengorbanannya. Selamat bertugas kepada para pemuda ini. Jagalah kehormatanmu sebagai perwira TNI Polri. buatlah Indonesia jaya,”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here