SIDOARJO, Limadetik.com — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pada Jumat (8/2/2019) kemarin menggelar sosialisasi pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi di dalam Negeri. Bertempat di Hotel Luminor Sidoarjo sosialisasi dihadiri ratusan perwakilan masyarakat dari berbagai Kecamatan.

Komite BPH Migas Hari Pratoyo menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan gas bumi di dalam negeri. “Karena selama ini masyarakat familiar dengan elpiji dan belum banyak tahu tentang gas bumi” katanya.

Senada dengannya, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Dirjen Migas Alimudin Baso mengatakan bahwa gas bumi lebih murah dan lebih aman dari elpiji. “Tingkat keamanannya 0,02% jika dibanding elpiji,” jelas Alimudin Baso.

Namun hal itu, lanjut Alimudin, masih terkendala dengan tingginya biaya pemasangan jaringan ke rumah-rumah “Nilai pembangunan instalasi bisa mencapai 10 juta per rumah, tetapi jika jarak rumah satu dengan lainnya berdekatan bisa menghemat sampai 3 juta” ujarnya.

Alimudin juga mengklaim jika masyarakat Indonesia memakai gas bumi maka pengeluaran untuk biaya hidup sehari-hari lebih sedikit jika dibanding dengan menggunakan elpiji. Selain itu elpiji mengharuskan pemerintah untuk mengimpor.

Acara yang digelar sore itu terselengga berkat inisiatif Wakil Ketua Komisi 7 DPR RI Syaikhul Islam Ali yang ingin menghadirkan seluruh mitra Komisinya ke Sidoarjo. Sehingga, yang hadir waktu itu dari Komite BPH Migas, Inspektorat Jenderal KESDM, Dirjen Migas, Pertamina Gas, dan Pemkab Sidoarjo.

“Jadi sampean cek gak ero pom bensin tok ae (jadi anda tidak hanya tahu pom bensin saja),” ungkapnya sambil tersenyum di hadapan audiens.

Ia menambahkan, kegiatan semacam itu penting dilakukan karena untuk mengedukasi masyarakat bahwa pengelolaan minyak dan gas oleh negara prosesnya cukup rumit “Selain itu, agar masyarakat kembali sadar bahwa setiap program yang dilaksanakan pemerintah berasal dari uang rakyat” ungkapnya.

Ditambahkan, Syaikhul juga menginginkan adanya prioritas pembangunan saluran gas di Sidoarjo. Pasalnya, masyarakat Sidoarjo telah merasakan menjadi korban kesalahan eksplorasi minyak dan gas bumi tahun 2006 silam oleh Lapindo Brantas. (ST/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here