PAMEKASAN, Limadetik.com – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam memastikan, seseorang yang berjalan mengatasnamakan dirinya ditengah-tengah masyarakat di beberapa tempat dengan menjanjikan atau berkomunikasi soal pindah tugas atau pindah jabatan, semua itu adalah bohong atau hoax.

Hal itu disampaikan Bupati Baddrut Tamam saat memimpin apel awal bulan Februari 2019 di halaman kantornya, jalan Kabupaten no.107 Pamekasan, Rabu (06/02/2019).

“Sekali lagi saya pastikan, kalau ditengah-tengah masyarakat di beberapa tempat masih ada beberapa orang yang jalan atas nama saya, atas nama beberapa orang, mau pindah dari kepala sekolah SD ini ke SDN yang lain, mau menjabat seperti ini ke jabatan yang lain, masih ada beberapa hal yang dikomunikasikan, itu semuanya bohong,” tegas Bupati Baddrut Tamam di hadapan ASN peseta apel itu.

Pesan itu disampaikan Bupati Baddrut, atas adanya laporan dari beberapa orang lewat telpon, sms dan WhatsApp kepada dirinya.

“Ada telpon, sms dan WhatsApp kepeda saya, masih ada nama ini (tidak disebutkan) yang jalan ke beberapa tempat untuk berkomunikasi dan mengajak untuk ketemu di darat. Lama-lama kalau kemudian saya tidak sabar, saya panggil sendiri, bukan lagi Apik yang memanggil,” tutur bupati muda yang murah senyum itu.

“Kenapa? Saya ingin mengajak sebenarnya dari pesan itu, ayo kita berubah dan berbenah menjalankan kegiatan lebih gesit, lebih cepat dan profesional,”  mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini.

Dirinya menegaskan, periode kepemimpinan dirinya bersama Wabup Raja’e tetap berada di komitmen yang sama, yakni tidak akan ada jabatan yang dijual belikan.

“Saya bersama pak Wabup tetap berada di komitmen yang sama, tidak ada jabatan yang dijual belikan,” katanya menegaskan.

RBT sapaan akrab bupati Ra Baddrut Tamam ini meminta agar datang langsung saja ke dirinya tanpa perantara orang lain jika benar – benar ingin mengabdi untuk masyarakat.

“Tidak usah pakai orang lain, datang ke saya, ke pak Wabup, sampaikan mau mengabdi di bidang apa, di posisi apa, baru kemudian kita kontrak kerja antara kita semua,” pinta bupati Baddrut.

Apalagi, lanjut bupati Baddrut, ada ASN terindikasi komunikasi telpon kemana-mana, ada yang datang ke kepala sekolah, datang ke beberapa orang dengan mengaku – ngaku orang dekat bupati.

“Tidak ada yang lebih dekat dari saya, kecuali seluruh kita harus tambah lebih dekat dengan kita semuanya, kita masyarakat harus makin dekat juga. Saya sedang berikhtiar dengan sekuat tenaga menggunakan cara saya bahwa desakralisasi bupati dan pendopo harus di lakukan di periode ini,” imbuh politikus partai kebangkitan bangsa (PKB) itu.

“Saya berkeinginan semuanya tumbuh bahagia menjadi pemimpin yang menjemput asa menuju Pamekasan Hebat, Rajjha, Bhajjra dan Parjhuga di tahun yang akan datang,” tandasnya. (PW/Arif) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here