https://limadetik.com/

Bupati Bondowoso Diskusikan Metode Pengajaran Baca Al Qur’an Bersama Puluhan Guru Ngaji

  • Bagikan
IMG 20200227 WA0054
Bupati Bondowoso, KH.Salwa Arifin saat memberikan arahan di hadapan para guru ngaji

BONDOWOSO, Limadetik.com — Beberapa guru ngaji dari berbagai wilayah Bondowoso mengikuti FGD (Focus Group Discussion) yang di gelar di Pendopo Bupati Bondowoso, Kamis (27/2/2020).

Kegiatan yang bertema “Peran Pemerintah Daerah Dalam Meningkatkan Kwalitas SDM Guru Ngaji Melalui Pelatihan Dan Pembinaan” ini diinisiasi oleh Dewan Research Daerah (DRD) serta dibuka langsung oleh Bupati Salwa Arifin, didampingi oleh Sekretaris Daerah Syaifullah.

https://limadetik.com/

Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, H. Imam Tahir, menjelaskan, muncul keluhan beberapa bulan sebelumnya terkait metode mengajar ngaji. Dimana dari 5.435 guru ngaji di Bondowoso, metode mengajar ngaji yang digunakan berbeda-beda.

“Di era majemuk ini penting sekali untuk menjadi bagian dalam mengawal dan menjaga Al Qur’an melalui proses belajar mengajar di Mushollah dan Masjid, karena saat ini banyak metode baru yang sudah dikembangkan. Sehingga percepatan pemahaman dan pembacaan Al Qur’an bisa disaksikan di Bondowoso” kata Imam Tahir dalam sambutannya.

Karena itulah, pihaknya mencoba mendiskusikan dengan guru ngaji melalui FGD ini, untuk menyempurnakan metode yang ada.

Sementara menurut Bupati Salwa, bahwa meningkatkan SDM ribuan guru ngaji menjadi sangat penting. Karena, memang ada bermacam-macam metode cara mengajar yang digunakan oleh guru ngaji. Yakni menggunakan metode mengajar membaca Al Qur’an dengan cara modern maupun tradisional.

“Jadi untuk penyempurnaan metode yang ada ini dilakukan diskusi bersama, agar ada kesamaan. Sehingga manakala ada generasi muda mengaji di masjid yang satu dengan yang lain, memiliki waktu yang sama dalam meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an, dan saya ingin ada kesamaan. Tapi bukan berarti kita menafikan metode yang lama” terangnya.

Bupati juga mengungkapkan apresiasinya terhadap guru ngaji yang dinilai bukan hanya mengajarkan cara membaca Al Qur’an. Namun juga memberikan pembinaan akhlak, dan pendidikan karakter. Karena itulah, pemberian insentif guru ngaji yang nilainya Rp 1,5 juta per tahun, dinilainya masih perlu ditingkatkan lagi.

“Tentang hal ini, mungkin, tolong Pak Sekda ada peningkatan lagi” tambahnya.

Usai seremonial FGD tersebut, dilanjutkan dengan pemaparan oleh Sekrestaris Daerah Syaifullah. (budhi/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan