https://limadetik.com/

Bupati Salwa Arifin Buka PKP Angkatan Ke VII

  • Bagikan
Bupati Salwa Arifin Buka PKP Angkatan Ke VII
FOTO: Bupati KH.Salwa Arifin (kiri)

BONDOWOSO, LimaDetik.Com – Bupati Bondowoso KH . Salwa Arifin membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan ke VII Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Selasa (23/02/2021).

Pelatihan PKP ini merupakan pola kemitraan dengan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Provinsi Jawa Timur.

https://limadetik.com/

Bupati Salwa menyampaikan bahwa faktor kesehatam dan kesempatan adalah modal utama mengikuti PKP.

Baca juga: Ratusan Personel Polres Bondowoso Jalani Tes Urine

“Posisi pengawas adalah jabatan yang sangat terhormat tetapi jangan sampai sebagai pengawas dibenci oleh yang diawasi, maka yang diperlukan adalah ahlakul qorimah” kata Bupati dalam sambutannya.

Menurut Bupati praktek dan penerapan dilapangan harus bisa diterapkan sehingga disiplin dan pembiasaan sangat diharapkan kepada peserta PKP

Sementara PLT Kepala BKD , Apil Sukarwan dalam laporanya menyampaikan bahwa diadakanya PKP sesuai dengan surat Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia Nomor 07/D2/PDP.07, tanggal 4 Januari 2019, Pim IV dirubah menjadi Pelatihan Kepemimpinan Pengawas.

Dikatakan bahwa Diklat PKP dilaksanakan 23 Februari sampai 9 Juni 2021 yang diikuti sebanyak 30 orang.

Baca juga: Resmikan Graha NU, Bupati Salwa: Saya Bangga NU Punya Gedung yang Megah

“Pelatihan Kepemimpinan Pengawas ini memiliki tujuan untuk mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial pengawas, bahwa hasil akhir dari proses pelatihan ini yakni bagaimana seorang leader memiliki Kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau perilaku seorang PNS” kata Apil.

Dikatakan Kompetensi biasa disebut sebagai Kompetensi kepemimpinan melayani, jadi bukan untuk dilayani sehingga melahirkan sebuah akuntabilitas jabatan, kesadaran akuntabilitas jabatan merupakan salah satu akuntabilitas yang wajib dimiliki setiap leader selain Nation accountability dan Public accountability.

Sulu dari Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Provinsi Jawa Timur menyampaikan meskipun dalam pandemi Covid -19 yang sudah mengubah tatanan sosial tetap bisa melaksanakan Diklat PKP dengan menerapkan Protokol Kesehatan.

“Dimasa Covid 19 ini merupakan tantangan tersendiri bagi peserta diklat untuk bisa mengikuti pembelajaran baik klasikalaupun non klasikal” pungkas Sulu.

(budhi/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan