Ilustrasi siswa SMA. (Foto : ini kebumen)

SUMENEP, limadetik.com – Biaya masuk Sekolah di Jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dikeluhkan wali murid. Pasalnya, untuk daftar ulang siswa baru harus mengeluarkan uang jutaan rupiah.

Hal ini tentu tidak sejalan dengan program sekolah gratis dan murah yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Terbukti untuk masuk SMA Negeri biaya yang harus dikeluarkan orang tua siswa mencapai Rp 3 jutaan.

Misalnya di SMA Negeri 2 Sumenep. Biaya daftar ulang siswa baru yang harus dibayar mencapai Rp. 3 juta 55 ribu. Tingginya biaya masuk sekolah tersebut dikeluhkan calon wali siswa SMA Negeri 2 inisial M.

“Biaya yang harus dikeluarkan cukup tinggi,” katanya, Kamis (27/6/2019).

Menurutnya, dari Rp. 3 juta lebih yang harus dibayar Rp. 1,5 juta untuk sumbangan pembangunan mushallah, sedangkan sisanya untuk kebutuhan siswa termasuk seragam.

“Itupun tidak bisa dicicil kalau tidak dilengkapi dengan keterangan tidak mampu,” keluhnya.

Kondisi yang sama juga dirasakan orang tua calon siswa di SMA 1 Negeri Sumenep, inisial DP. Walaupun sedikit lebih murah, namun biaya daftar ulang yang harus dikeluarkan dikisaran Rp. 1 Juta rupiah.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Sumenep, Samsul Arifin mengakui jika biaya daftar ulang siswa baru di sekolahnya Rp. 1 juta lebih. Menurutnya biaya tersebut untuk pembelian seragam.

“Ini sifatnya bukan paksaan, sebab siswa atau wali murid bisa membeli sendiri di luar Sekolah,” katanya.

Sedangkan, Kepala SMA 2 Negeri Sumenep, Suhermono menyatakan, biaya daftar ulang yang harus dibayar siswa baru di Sekolah yang dipimpinnya sudah berdasarkan hasil kesepakatan dengan Komite Sekolah dan Wali murid.

“Untuk Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) memang dihapus, tapi untuk kegiatan dan layanan lainnya termasuk peningkatan kompetensi perlu biaya. Sehingga perlu partisipasi masyarakat termasuk Wali murid,”kata Suhermono.(hoki/dyt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here