Dapat Penghargaan KPPU, Khofifah Perlu Hati-Hati

×

Dapat Penghargaan KPPU, Khofifah Perlu Hati-Hati

Sebarkan artikel ini
IMG 20201225 WA0030 e1608874094738

SURABAYA, LimaDetik.Com – Kamis (17/12/2020) yang lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendapatkan penghargaan KPPU Award Pratama kategori Persaingan Usaha Daerah dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Dengan adanya penghargaan itu artinya iklim persaingan usaha di Jatim adalah yang paling sehat dibandingkan provinsi lain. Tidak ada praktik monopoli, manipulasi regulasi, ataupun praktik lainnya yang dapat merugikan persaingan antar usaha baik kecil maupun besar.

Hebat bukan, namun benarkah demikian?

Faktanya, lingkungan kerja Khofifah justru diwarnai dengan praktik monopoli. Pelaksanaan event (hajat) pemerintah provinsi Jatim seperti pelaksanaan event perayaan hari besar, kegiatan Gubernur di Grahadi, dan berbagai event yang diselenggarakan dinas, biro bahkan lembaga seperti KONI, KPID, Pramuka serta OPOP Jatim pun selalu ditangani oleh satu vendor, Cita Entertainment namanya.

Walau beberapa kali sering diakali menggunakan nama PT lain, namun pelaksananya tetap Cita Entertainment.

Perusahaan event organizer satu ini menguasai semua lini bisnis dalam satu acara. Bayangkan saja, mulai dari konsep acara, tata panggung, sound system (tata audio), MC, hingga publikasi, semua ditangani oleh Cita Entertainment.

Oh iya, dalam setiap hajatnya Khofifah selalu meminta pengiring musik. Tahu siapa biduannya? Adalah istri dari pemilik Cita Entertainment itu sendiri.

Terbaru ada tiga event beruntun yang ditangani, tanggal 15-17 Desember kemarin, gelaran akbar musyawarah pramuka Jawa Timur dilaksanakan di Batu Malang dengan nilai anggaran fantastis.

Di sela-sela itu, tanggal 16 ada Anugerah Penyiaran KPID Jatim Awards yang digelar di salah satu hotel mewah di Surabaya. Berikutnya, tanggal 18 ada OPOP Expo yang diadakan Khofifah untuk memamerkan produk-produk hasil karya pesantren se-Jatim.

Bahkan perayaan Hari Ibu dan HUT Dharma Wanita provinsi Jatim kemarin, Selasa (22/12/2020) juga diserahkan ke Cita Entertainment.

Itu semua dilakukan sejak hari pertama Khofifah menjadi Gubernur. Agenda provinsi yang dulunya menjadi ladang bagi banyak perusahaan EO, kini dalam genggaman Cita Entertainment.

Bayangkan betapa beruntungnya perusahaan penata acara satu ini. Padahal di tengah pandemi Covid-19, ada ribuan event organizer yang menjerit lantaran sepi event bahkan gulung tikar

Sebuah hajat pemerintah yang harusnya bisa menjadi rezeki bagi banyak orang, dimonopoli oleh satu pihak. Lantas siapa sih orang di balik Cita Entertainment, kok bisa Gubernur sepatuh itu?

Anda dapat dengan mudah mencarinya lewat Google. Fotonya terpampang jelas di website Cita Entertainment bersandingan mesra dengan Khofifah.

Kabarnya orang itu sering mengklaim bahwa dia lah salah satu orang yang berjasa dalam menjadikan Khofifah sebagai Gubernur. Kini, mungkin saatnya dia “memanen”.

Dalam memanen, ia sering mendatangi atau menelpon dan membagikan percakapan WhatsApp kepada kepala dinas atau lembaga terkait dengan mengatasnakaman Ibu Gubernur.

Diawali dengan memuja-muji kegiatan lembaga tersebut yang tujuan akhirnya adalah para kepala dinas akan meleleh dan menunjuk Cita Enterteinment untuk melaksanakan event-nya.

Dengan Cita yang melaksanakan, otomatis tidak perlu repot-repot untuk memastikan acara dinas atau lembaga tersebut akan diperhatikan oleh Gubernur. Juga tak perlu takut salah, karena jika Cita Entertainment yang menggarap pasti Gubernur bisa hadir.

Acara juga akan sesuai keinginan Gubernur dan tembus berita baik ke lingkungan A1 Ibu Gubernur.

Ini juga yang membuat banyak alasan kepala dinas atau lembaga memutuskan memilih Cita Entertainment.

Bahkan sampai beredar desas-desus jika investor Cita Entertainment salah satunya adalah Gubernur sendiri.

“Ini baru satu contoh dari sekian banyak jenis usaha di Jawa Timur. Komisi Pengawas Persaingan Usaha, nampaknya bukan ingin memberi penghargaan. Namun ingin berkata, “Bu Gubernur harus hati-hati, jangan sampai tersandung kasus lagi. Cukup di Kemenag dulu itu,”

(*)