SUMENEP, limadetik.com – Anggota DPRD Sumenep me-warning pelaksaan tender pembangunan sport center yang rencananya akan dibangun di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Jawa Timur. Pelaksanaan tender harus dilakukan secara professional, karena ini merupakan proyek yang akan menelan anggaran puluhan miliaran rupiah.
“Pelaksanaan lelang harus benar-benar profesional, kami tidak ingin proses lelang ini sampai ada istilah main mata yang menyebabkan prosesnya mandek,” Tegas Anggota Komisi III DPRD Sumenep, M. Ramzi, Rabu (10/4/2019).
Diakuinya proses lelang akan berpengaruh pada pelaksanaan kegiatan fisik. Apabila misalnya, pemenang tender tidak profesional, maka tidak akan menghasilkan bangunan yang bagus. “Kalau tidak profesional, maka bisa amburadu,” tukasnyanya.
Terpisah, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Sumenep, Moh Iksan mengatakan, rencana pembangunan sport center akan segera terwujud. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah menyetujui dana pembangunan yang akan diletakkan di Jalan Sumenep – Pamekasan. Bahkan, Kemenpora telah menyetujui anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk tahun ini.
“Untuk tahun ini kami mendapatkan kucuran dana Rp 20 miliar. Ini untuk memulai pembangunan sport center,” terangnya..
Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan struktur luar, yakni pagar termasuk tribun. “Nanti akan ada lagi anggaran di tahun berikutnya sebesar Rp 50 miliar. Semoga jadi,” katanya.
Sesuai rencana, pembangunnay akan dimulai sejak Juni 2019 setelah proses tender selesai. Apalagi tender akan dilakukan di Kota Keris ini. “ Iya. Tender akan dilakukan di Sumenep,” tukasnya.(hoki)