https://limadetik.com/

Dianggap Kurang Maksimal Melayani Pasien, RSUD Sampang Dapat Sorotan

Penulis: ZynEditor: Wahyu
  • Bagikan
Dianggap Kurang Maksimal Melayani Pasien, RSUD Sampang Dapat Sorotan
FOTO: RSUD Muhammad Zyn Kabupaten Sampang.

SAMPANG, Limadetik.com – Telah terjadi sedikit miskomunikasi antara pendamping pasien dengan petugas administrasi di IGD RSUD. Muhammad Zyn Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Perisiwa itu terjadi lantaran pasien asal Kedundung Sampang lupa membawa KK, namun petugas Administrasi enggan menerima pasien.

https://limadetik.com/

Berdasarkan keterangan H, saat mendampingi pasien bahwa sebelumnya sempat terjadi cekcok dengan petugas di IGD karena tidak bisa menunjukkan KK.

Menurutnya, petugas administrasi di IGD tersebut ngotot bicara aturan, sementara berkali-kali menjelaskan ini sifatnya urgent, sehingga tidak sempat melengkapi segala kebutuhan yang berhubungan dengan persyaratan Rumah Sakit.

“Saya sudah menjelaskan Mas, bahwa yang berhubungan dengan perlengkapan administrasi termasuk KK ketinggalan di rumah, tapi bagian administrasi terkesan tak melayani. Lagian Direrktur RSUD sering kali menyampaikan utamakan pasien, administrasi belakangan,” tutur H Pada Wartawan Limadetik.com, Sabtu (16/7/2022).

Masih kata H (Inisial), petugas administrasi selalu mengatakan ini sudah peraturan Rumah Sakit. Saat saya singgung pesan dan harapan Direktur Rumah Sakit malah menjawab jangan bawa-bawa Direktur.

“Ini aturan Rumah Sakit jangan bawa-bawa direktur (menirukan petugas administrasi) saya masih waras Mas, tidak mungkin dengan adanya pelayanan yang baik terus saya permasalahkan pelayanan,” tambahnya.

Terpisah, salah satu petugas administrasi Ika Maretha saat di temui Awak Media Limadetik.com sanggah adanya informasi yang mengatakan pihaknya mempersulit pelayanan. Karena sebenarnya bagian administrasi sudah tidak mempermasalahkan perihal KK, semua pasien tanpa perlengkapan tetap kami layani apalagi yang sifatnya urgent.

“Saya sudah menjelaskan Pak, kalau mimang tidak ada KK minimal nama atau tanggal lahir untuk kami input, cuma bagaimana mau menjelaskan lah dianya langsung marah-marah,” terang Ika saat di temui di depan IGD.

Pihaknya kembali menjelaskan bahwa pasian masih anak-anak jadi kami menanyakan nama anak tersebut untuk kami input. Tapi bapaknya malah ngotot menyuruh layani dulu.

“Kok minta data seharusnya dilayani dulu, padahal sudah kami layani Pak, dokter sudah melayani kan lucu Pak,” tambahnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan