https://limadetik.com/

Sempat Terjadi Miskomunikasi Antara Pendamping Pasien dengan Petugas Administrasi, Begini Tanggapan Kepala IGD RSUD Sampang

Penulis: ZynEditor: Wahyu
  • Bagikan
Sempat Terjadi Miskomunikasi Antara Pendamping Pasien dengan Petugas Administrasi, Begini Tanggapan Kepala IGD RSUD Sampang
FOTO: Salman Farisi, S.kep. Kepala IGD RSUD Muhammad Zyn Kabupaten Sampang.

SAMPANG, Limadetik.com – Sebagai admin adalah melayani pendaftaran dan kebutuhan administrasi pasien sebelum mendapatkan perawatan, hal itu adalah peraturan yang harus dijalani bagi petugas yang berperan di bagian tersebut.

Menyikapi peristiwa yang terjadi antara pendamping pasien dengan petugas administrasi perihal pasien tidak membawa KK, pada Sabtu (16/7/2022) sekira pukul 00.30 merupakan sebuah miskomunikasi semata.

https://limadetik.com/

Menurut Kepala Ruangan IGD RSUD Muhammad Zyn Kabupaten Sampang Salman Farizi, S.kep. Pelayanan tidak pernah menunggu KK atau masalahkan KK.

“KK hanya penambah kejelasan data karena sehubungan akan dilakukan cek darah. Dan saya sudah telusuri pihak keluarga dan semua pasien bisa dijadikan sampel 80% datang di IGD tanpa KK dan tidak ada problem,” kata Salman melalui pesan Whatsappnya, Minggu (17/7/2022).

Menurut Salman yang merupakan Emergency selama 13 Tahun tersebut menjelaskan beberapa mekanisme di IGD. Dari mobil sudah pasti kita sambut pasien dan tim 1 melakukan pelayanan, lanjut tim 2 melakukan analisa pelayanan termasuk menanyakan keadaan pasien. Tim 3 sembari memanggil keluarga pasien, kemudian pasien dimasukkan ke dalam tindakan lanjutan yg dilakukan tim 4.

“Dari semua tim itu sudah jelas, Insya Allah sudah dilakukan pelayanan dengan baik. Saya orang Emergency 13 Tahun sudah paham dengan problem seperti ini. Kalau memang pelayanan menunggu KK InsyaAllah problem besar seperti info yang terjadi semalam,” imbuhnya

Tak hanya itu, menurut Salman jikapun itu benar pelayanan mempermasalahkan KK. Maka dirinya akan melepaskan jabatannya sebagai Kepala IGD.

“Silahkan cek, apa benar ada yang infonya seperti semalam. Kalau memang ada kewajiban seperti semalam, saya tidak akan jadi Kepala IGD. Seorang emergency seperti saya tidak akan biarkan nyawa pasien terabaikan karena hal data,” tegas Salman.

Pihaknya berharap kepada semua pendamping pasien untuk selalu perhatian dan kerjasamanya, siap dikomplain, evaluasi, tapi tetap dalam ranah dan alur yang baik.

“Saya selalu bilang ke temen-teman yang bawa pasien, komplain kami evaluasi kami tapi dalam ranah alur yg baik. Karen bagi kami tidak pernah main-main dengan nyawa pasien. Tanpa evaluasi kami tidak akan ada perbaikan, bagi kami tak ada manusia yang bisa menilai dirinya sendiri,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan