https://limadetik.com/

Diduga Program RTLH Tak Sesuai RAB, Ini Jawaban Dinas Perkim

  • Bagikan
IMG 20200224 WA0097 1
Kepala Dinas Perkim saat di Kediaman penerima Program RTLH

BONDOWOSO, Limadetik.com — Dugaan ketidak sesuaian Realisasi Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dusun Plampang, Desa Rejoagung, Kecamatan Sumber Wringin mendapat tanggapan dan respon cepat dari Pemkab Bondowoso, Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman (Perkim) Bondowoso langsung terjun ke lokasi, Senin (24/2/2020).

Mendapatkan laporanĀ  berupa foto dan tayangan video adanya dugaan problem dari penerima manfaat, Sekda Bondowoso Syaifullah, langsung memerintahkan Kadis Perkim dan Camat Sumberwringin untuk meninjau langsung kelokasi.

https://limadetik.com/

“Saya mendapat laporan berupa video yang mengatakan ada problem dari penerima program RTLH.

Pertama, terkait adanya pemasangan bambu dalam bangunan dan sebagian kayu untuk atap yang katanya milik penerima bantuan. Kedua, penerima program yang ikut bekerja tidak terbayar upah kerjanya selama 12 hari, nah dari laporan tersebut, langsung saya minta Plt Kadis Perkim dan Camat Sumber Wringin untuk gerak cepat turun guna cek lokasi dan segera saya minta laporannya. Alhamdulillah tidak sampai dua jam dari adanya laporan warga tersebut, pihak Perkim sudah dilokasi dan sudah memberikan laporan sementara” kata Sekda pada Limadetik.com.

Sementara menurut Kepala Dinas Perkim Bondowoso, Eko Rusmanto, dirinya masih memberikan klarifikasi kepada dua penerima RTLH yakni Ridemo alias Pak Sindi dan Hadi di RT 18 Dusun Plampang.

Menurutnya, dari ukuran rumah milik Ridemo sudah lebih dari RAB, yang seharusnya 4×6 meter persegi, justru terbangun 4,5 x 6,5 meter. Selain itu, kalau sesuai RAB tanpa kamar, kenyataan, juga dibangunkan kamar ukuran 2 x 2,5 meter.

“Itu sudah lebih darinukuran, dan untuk bambu, ternyata dipasang sendiri oleh penerima program, bukan dari pelaksana dan tanpa dipasang pun sebetulnya sudah kuat. Dalam RAB tanpa pondasi kenyataan, sudah dibantu pondasi, jadi kesimpulannya, nilai yang terpasang sudah melebihi dari RAB dan nilai bantuan tidak kurang justru malah lebih. Bahkan, leveransir yang mengusahakan biaya kelebihan tersebut. Hal ini kami lakukan karena demi kenyamanan penerima bantuan yang tidak seluruhnya bisa menyesuaikan dengan RAB” terang Eko via telepon selulernya.

Dan mengenai masalah upah kerja, dari keterangan Leveransir, itu sudah sesuai perjanjian awal dengan penerima program, yang menyatakan keduanya sebagai pemilik rumah hanya ingin membantu dan tidak mengharap upah. (budhi/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan