Peristiwa

Dilalap Si Jago Merah, Rumah di Kecamatan Gayam Rata dengan Tanah

×

Dilalap Si Jago Merah, Rumah di Kecamatan Gayam Rata dengan Tanah

Sebarkan artikel ini
Dilalap Si Jago Merah, Rumah di Kecamatan Gayam Rata dengan Tanah
FOTO: Petugas TNI dan Polisi tiba di lokalsi kebakaran rumah warga

SUMENEP, Limadetik.com – Dilalap si jago merah, sebuah rumah di Kecamatan Gayam Pulau Sapudi, Kabupaten sumenep, Jawa Timur rata dengan tanah. Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis 30 September 2021 sekira pukul 19.30 Wib malam.

Rumah yang terbuat dari papan jati milik H.Sukarto Alias H.Tofek (63) yang berada di Dusun/Desa Gendang, Kecamatan Gayam tersebut terbakar saat ditinggal keluar pemilik (H.Sukarto, red) bersama keluarganya.

“Kebakarannya tadi malam sekira jam 19.30 Wib, saat itu pemilik rumah sekeluarga keluar untuk menghadiri acara selamatan 40 hari meninggal mertuanya di Desa Sonok Kecamatan Nonggunong” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Jumat (1/10/2021).

Awalnya kebakaran rumah tersebut diketahui oleh Mahmudi, keponakan H.Sukarto sendiri. Mahmudi, ketika mengetahui dan melihat kobaran api yang melalap rumah pamannya langsung berteriak minta tolong dan segera memberitahukan pamannya.

Baca juga: Bus Mini di Sumenep Terjungkal Setelah Menabrak Sepeda Motor

“Karena rumahnya terbuat dari kayu jati semuanya, maka otomatis api cepat menjalar. Dan saat terbakar warga juga sudah berusaha melakukan pemadaman dengan alat seadanya, namun tetap kalah dengan kecepatan api” ungkap Widi.

Selain Mahmudi, ada dua orang saksi yang juga melihat secara langsung kejadian tersebut, masing-masing Rustiani (30) dan Ahsan (53), keduanya warga setempat.

Korban (H.Sukarto) yang mendapat kabar dari keponakannya Mahmudi, segera menuju pulang untuk melihat situasi yang terjadi, saat tiba di lokasi korban menceritakan sebelumnya memang ada masalah dengan listrik di rumahnya.

“Pemilik rumah mengakui memang sebelumnya ada masalah dengan kilometer lisatrik di trumahnya sebelum dia dan keluarganya keluar dari rumah miliknya. Kebakaran sementa diduga akibat korsleting kabel listrik di bagian kilometer” jelas mantan Kapolsek Kota Sumenep itu.

Beruntung tambah Widi, tidak ada korban jiwa dari kebakaran tersebut, namun kerugian materi diperkirakan ratusan juta.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun secara materi kalau dari tafsir kerugian akibat dari kejadian tersebut, diperkirakan mencapai sekitar Rp. 500 juta” tukasnya.