https://limadetik.com/

Dilema Penyusunan Struktur Prangkat Desa Bagi Kepala Desa Baru

  • Bagikan
IMG 20200101 181150

Rabu, 1 Januari 2020
Limadetik.comOpini: Yant Kaiy

Seorang Kades baru tentu akan berpikir panjang dalam penyusunan struktur organisasi desa. Karena dalam pesta demokrasi Pilkades dia diusung oleh beberapa tim pemenangan. Tim inilah yang bekerja keras siang-malam. Membangun jaringan dengan pemilih. Menyusun strategi agar pemilih terseret ke dalam lingkarannya. Sosialisasi dari rumah ke rumah. Bahkan menjadi corong propaganda.

https://limadetik.com/

Jelas kuota dari struktur organisasi desa tidak bisa mengcover semua orang yang terlibat dalam pemenangan. Tentu Kades mesti pintar dan bijak memilih mereka. Karena diantara mereka ada yang menggunakan aji mumpung. Ada pula yang menyaru seolah dirinya paling berjasa dalam kemenangan sang Kades. Memfilter mereka penting dilakukan agar tidak salah orang.

Kades juga harus hati-hati dalam mengambil orang-orang yang memiliki kompetensi. Kalaupun dia mempunyai jasa, tapi ada skala prioritas yang mesti dipertimbangkan. Sebab orang-orang di tim itu tidak sekadar mendukung Kades, jelas ia punya tujuan politik dalam mengusung Cakades (calon kepala desa) sehingga bisa melenggang ke pelantikan Kades terpilih kemarin, Senin (30/12/2019).

Merangkul mereka adalah sikap bijak bagi Kades. Sikap beradab ini bertujuan meninggalkan kesan “kacang lupa kulitnya”. Betapa kecewanya mereka setelah dirinya dibiarkan/ditinggalkan begitu saja. Mereka tentu akan sakit hati. Dendam pun menghampar diantara sikapnya. Bisa jadi dendam itu bersatu pada mereka yang kecewa dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat sang Kades. Kalau hal ini terjadi, suatu saat problema itu bagai bola salju kian membesar seiring waktu.

Ada filosofi warga Kabupaten Sumenep Madura, “je’ nobi’en oreng mon sake’!”. Filosofi ini mengandung muatan lokal yang berarti: Jangan suka mencubit orang kalau dirinya merasakan sakit apabila dicubit. Ini penting menjadi kajian dan renungan agar Kades terpilih itu nyaman menjalankan roda pemerintahannya. Tak ada sandungan berarti.

Rekrutmen dalam struktur organisasi desa itu mesti selaras dengan buah dedikasi yang mereka persembahkan bagi seorang Kades. Sebab kalau tidak Kades akan mempunyai tanggungan moral cukup berat. Bagi mereka yang tidak terjaring wajib hukumnya diberdayakan lewat program apa saja.

Selamat bagi Kades yang sudah dilantik. Semoga desanya menjadi makmur dan warganya sejahtera!

Yant Kaiy adalah wartawan limadetik.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan