Dinsos P3A Sumenep Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Desa Parsanga
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) terhadap keselamatan dan masa depan seorang anak patut diacungi jempol. Hal ini dibuktikan denan gencarnya sosialisasikan pencegahan kekerasan terhadap anak.
Seperti halnya hari ini, Senin (7/8/2023) Dinsos P3A Sumenep menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak, di Balai Desa Parsanga. Kegiatan ini dihadiri perangkat desa, anggota PKK dan warga setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinsos P3A Sumenep Drs. Achmad Dzulkarnain melalui Kepala Bidang Perlindungan anak Dr. Dwi Reganani, dr, M.Kes,. M.Si, menjelaskan, bahwa program sosialisasi ini sudah direncanakan sejak tahun 2022 lalu, setelah munculnya sejumlah kasus kekerasan terhadap anak.
“Ada peningkatan kekerasan anak dari tahun 2022. Untuk tahun ini semester pertama atau pertengahan tahun sudah mencapai 12 kasus. Maka dari itu kita harus melakukan sosialisasi sampai ke tingkat desa, tidak hanya di tingkat Kabupaten” ujarnya.
Dirinya menyebutkan, sosialisasi ini sebagai tindak lanjut dari program desa layak anak yang merupakan syarat untuk menjadikan Sumenep sebagai Kabupaten layak anak sesuai dengan visi misi Bupati Sumenep.
Desa Parsanga sendiri kata Dwi, menjadi tuan rumah pertama dalam safari sosialisasi, dan akan berlanjut selama 5 hari ke depan. Sehingga informasi ini akan sampai secara utuh kepada masyarakat.
“Pada dasarnya, seluruh desa yang ada di Sumenep menjadi desa layak anak, akan tetapi kita menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Sehingga memilih beberapa desa yang akan membentuk desa layak anak” terangnya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Parsanga Mohammad Shalehoddin saat memberikan sambutan pada pembukaan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak mengaku turut mengapresiasi dan berterimakasih karena dipilih menjadi desa untuk sosialisasi.
Karena kata dia, pentingnya mencegah kekerasan terhadap anak sama halnya dengan turut mendukung anak berkembang dengan baik.
“Sejak menjabat, Desa Parsanga hingga kini belum menerima laporan tentang kekerasan anak. Untuk itu kami mendukung sosialisasi ini agar masyarakat memberikan kepercayaan kepada anak supaya tumbuh dan berkembang meraih masa depan yang baik,” jelasnya.
Pihaknya juga menekankan kepada masyarakat untuk lebih waspada pada perkembangan globalisasi melalui sosial media yang bisa menjadi mengancam masa depan anak.
“Pengaruh globalisasi dan sosial media juga mempengaruhi dalam tata cara mendidik anak, dan diperlukan pendekatan antara anak dan orang tuanya” pungkasnya.