https://limadetik.com/

Diskusi Daring INDES Tentang Upaya Pemulihan Ekonomi di Tengah Resesi

  • Bagikan
IMG 20200717 WA0063

Limadetik.com – Webinar dari INDES membahas tentang “Pemulihan ekonomi di tengah resesi” yang di pandu oleh saudara moderator Akhmad Jayadi, S.E, M. Ec.Dev. Dosen Fakultas Ekonomi UNAIR dan juga Penelitian Senior INDES berlangsung sekitar dua jam yang di mulai pada pukul 15.30 wib hingga 17.30. wib, meski awal nya dijadwalkan hanya dua jam namun acara berlangsung hingga melebihi waktu karena menariknya diskusi yang disajikan pada Senin (13/7/2020) lalu.

Dimulai dari pemaparan oleh Sugiarto, SE selaku Dewan Pembina INDES, ia menyampaikan bahwa ekonomi dimasa sulit ini jangan menjadi penghalangan untuk terus melakukan sebuah terobosan usaha, meski situasi ekonomi sedang mengalami resesi di seluruh dunia, namun tetap menjaga semangat enterpreneur sangat penting. Karena semangat itulah nyawa seorang pengusaha menghadapi tantangan dan mencapai kemajuan usaha dan juga untuk kemajuan bangsa dan negara.

https://limadetik.com/

“Dimasa sulit ini jangan dijadikan penghalang untuk terus melakukan sebuah terobosan usaha, meski dunia sedang mengalami resesi, namun kita tetap harus menjaga semangat enterpreneur. Karena semangat itulah nyawa seorang pengusaha menghadapi tantangan dan mencapai kemajuan” katanya dalam diskusi.

Dari pandangan pemerintahan, disampaikan oleh salah satu pemateri ialah Sarmuji S,E., M. Si Anggota DPR RI Komisi XI. Pemerintah saat ini sedang mencoba membuat formulasi untuk sesegera mungkin dapat memulihkan keadaan ekonomi, saat ini pemerintah dan BI sedang mencoba merumuskan kebijakan yang tepat, guna membawa keluar Indonesia dari situasi ini.

Salah satunya sebut Sarmudji adalah dengan menganggarkan 907 T untuk penanganan masalah ini, dari nilai tersebut angka terbesar sebenarnya digunakan untuk pemulihan ekonomi, karena tanpa ada stimulus dari pemerintah maka ekonomi akan sulit untuk bisa bangkit.

“Pemerintah sedang berusaha menemukan solusi, salah satunya adalah dengan stimulus ekonomi yang akan diberikan kepada para pelaku usaha agar ekonomi Indonesia segera pulih dari resesi” sebutnya.

Beragam kalangan profesi dan komunitas turut mengikuti webinar yang di selenggarakan oleh INDES tersebut, berbagai unsur juga turut meramaikan dan mewarnai diskusi dengan berbagai pandangan nya masing-masing, mulai dari akademisi, praktisi, aktivis sosial hingga mahasiswa.

Dalam paparannya, salah satu pemateri yang diundang mewakili unsur akademisi adalah Dr. Leo Herlambang, dosen Unair ini selain menjadi pengajar tetap di Universitas Airlangga adalah seorang penasehat ekonomi di banyak perusahaan terkemuka. Dalam analisis nya dia menyatakan bahwa hal terpenting adalah tetap sustainable nya usaha yang kita kelola. Keuntungan kecil, merugi adalah hal yang wajar melihat situasi seperti ini. Hampir semua sektor terpukul dan perlu formulasi ulang untuk menentukan model bisnis kedepan.

“Hal terpenting adalah tetap sustainable nya usaha yang kita kelola, keuntungan kecil, merugi adalah hal yang wajar melihat situasi seperti ini. Hampir semua sektor terpukul, kuncinya adalah adanya efisiensi dan bersabar” jelasnya.

Oleh sebab itu, lanjut Dr. Leo Herlambang, kita semua harus berhati-hati dalam melakukan sebuah tindakan, sebuah efisiensi mutlak diperlukan untuk membuat usaha tetap mampu berjalan melewati masa sulit ini. Dirinya mengatakan, bahwa kondisi saat ini sebenarnya secara fundamental lebih baik dari situasi 1998, karena dipasar modal uang tersedia cukup banyak di bursa investasi, hanya mereka masih ragu untuk menempatkan uang nya melihat kondisi masih belum stabil.

“Bahwa kondisi saat ini sebenarnya secara fundamental lebih baik dari situasi 1998, karena dipasar modal uang tersedia cukup banyak di bursa investasi” tukasnya.

Model usaha memang harus beradaptasi penuh dengan dunia digital, karena melalui spola itu selain masih cukup bisa membuat bertahan dimasa seperti ini juga merupakan solusi dari pola sosial masyarakat yang baru yang lebih terbiasa dengan dunia digital. Disamping itu juga dibutuhkan penyatuan kekuatan, baik itu merek atau juga jalur distribusi untuk langkah efisiensi. (zaman/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan