https://limadetik.com/

Ditawarkan Lewat WA, PSK di Sumenep Ditarif Rp.500 ribu

  • Bagikan
IMG 20210120 WA0032 e1611132197412

SUEMENP, LimaDetik.Com – Para pekerja sek komersial (PSK) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, nampaknya tidak kehabisan akal untuk melancarkan aksinya.

Teranyar, polres sumenep mengamankan seorang wanita pekerja esek-esek saat kedapatan berdua di sebuah rumah kos di Desa Gunggung, Kecamatan Kota Sumenep  sedang melakukan berbagi keringat hangat.

https://limadetik.com/

“Sepasang pria dan wanita kedapatan sedang berduan di dalam kamar rumah kos ketika melakukan persetubuhan layaknya suami istri” kata Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas, Rabu (20/1/2021).

Selanjutnya kata Widi, dari pasangan mesum tersebut didapatkan informasi terkait seorang mucikari berinisial EAA warga Desa Marengan Daya, Sumenep.

“Dari pengakuan pelaku mendapatkan tawan esek-esek  melalui pesan WhatsApp yang ditawarkan EAA sebagai mucikari, petugaspun langsung mengamankan EAA” terangnya.

Setelah ditangkap, kepada polisi EAA pu mengaku telah menawarkan pasangan perempuan melalui pesan WA dengan tarif Rp.500 ribu sekali melakukan wiwk wik. Dimana uang Rp 500 ribu tersebut ia bagi untuk si perempuan Rp.300 ribu dan untuk dia (mucikari) dapat Rp.200 ribu.

“Tarifnya sekali kencan Rp.500 ribu, yang mucikari minta bagian Rp.200 ribu sisanya Rp 300 ribu buat si perempuan” ungkapnya.

Mantan Kapolsek Kota Sumenep itu menuturkan, terbongkarnya praktek jual beli lendir tersebut berawal dari indormasi masyarakat kepada polisi, dimana di sebuah rumah kos di Desa gunggung sering dijadikan tempat in the hoi oleh pasangan bukan muhrim.

“Kejadianyan kemarin 19 Januari 2021. TKP nya di Desa Gunggung, begitu dapat laporan dari masyarakat sekitar ada rumah kos sering dijadikan tempat begituan (bersetubuh) polisi langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan pasangan bukan muhrim di dalam kamar” jelasnya.

Atas perbuatannya tambah Widi, EAA terancam pidana hukuman penjara minimal 15 tahun, yakni memudahkan seseorang untuk berbuat mesum atau melakukan asusila.

“Ancamannya minimal 15 tahu, dimana disebutakn barang siapa mencari keuntungan dengan memudahkan seseorang untuk berbuat cabul sebagaimana dimaksud dalam pasal 296 dan 506 KUH Pidana,” pungkasnya.

(yd/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan