Scroll Untuk Membaca Artikel
Peristiwa

DPW NasDem Jatim Respon Serius Pembubaran Pengurus DPD dan DPC NasDem Sumenep Oleh Moh. Husni

×

DPW NasDem Jatim Respon Serius Pembubaran Pengurus DPD dan DPC NasDem Sumenep Oleh Moh. Husni

Sebarkan artikel ini
DPW NasDem Jatim Respon Serius Pembubaran Pengurus DPD dan DPC NasDem Sumenep Oleh Moh. Husni
Sekretaris DPW Jatim Partai NasDem, Aminurokhman

DPW NasDem Jatim Respon Serius Pembubaran Pengurus DPD dan DPC NasDem Sumenep Oleh Moh. Husni

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jawa Timur Partai NasDem, Aminurokhman akhirnya merespon dengan serius cara licik Ketua DPD Partai Nasdem Sumenep, Moh. Hosni, yang diduga membubarkan pengurus DPD dan DPC secara otoriter.

GESER KE ATAS
SPACE IKLAN

Pembubaran pengurus DPD dan DPC NasDem Sumenep itu menuai gejolak di internal DPD Partai Nasdem Sumenep sendiri, tentu hal itu dinilai tak lepas dari dugaan akal-akalan Moh. Hosni untuk kepentingan dirinya saja.

Bahkan terjadi pembubaran pengurus di grup WhatsApp DPD dan DPC Partai Nasdem Sumenep yang terjadi belum lama ini.

Menanggapi isu adanya SK baru Pengurus NasDem Sumenep, Sekretaris DPW Partai Nasdem Jatim, Aminurokhman mengatakan dengan tegas bahwa tidak ada pembaharuan SK Kepengurusan baru di internal DPD dan DPC Partai Nasdem Sumenep.

Sementara rumor yang beredar, Moh. Hosni selaku Ketua DPD Partai Nasdem Sumenep membubarkan grup WhatsApp internal DPD dan DPC dengan alasan ada pembaharuan SK baru kepengurusan.

“Nanti akan saya sampaikan ke Ketua DPW terkait dinamika yang terjadi di Sumenep,” kata Aminurokhman dalam keterangannya pada media, Kamis (23/05/2024).

Dirinya menegaskan, bahwa tidak ada SK baru pembaharuan pengurus DPD dan DPC Partai Nasdem Sumenep dari DPW Jatim. “Belum ada,” tegas mantan wali kota Sidoarjo itu.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Sumenep, Moh. Hosni, mengelak dan berdalih bahwa dirinya manjadi korban fitnah dan kudeta pengurus partai.

“Jadi begini, dengan pemberitaan kemarin itu jelas fitnah,” kata Hosni sebagaimana dikutip dari MaduraPost. Kamis (23/05/2024).

Ia pun menyebutkan, tuduhan miring pada dirinya soal dugaan penggelapan dana Banpol dan tidak melibatkan Bendahara Umum DPD Partai Nasdem Sumenep omong kosong.

“Dana Banpol itu berapa sih dengan anggota dewan yang dulu. Kemudian, kantor saja itu yang membiayai saya sendiri. Logikanya, yang tanda tangan SPJ itu kan bendahara, kalau saya nilap berarti bendahara kan juga menilap,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga menanggapi soal kabar pembubaran pengurus DPD dan DPC Partai Nasdem Sumenep. Menurutnya, periode dirinya memimpin yakni hingga tahun 2024 sejak dirinya resmi menjabat di tahun 2020 silam.

“Sekarang begini, dia bilang pengurus, tapi koar-koar di luar, apakah dia pengurus? kalau dia mengaku pengurus seharusnya datang ke kantor DPD,” tegas Moh. Hosni.

Jika memang, lanjut Moh. Hosni menjelaskan, ada bukti kuat tentang dirinya yang bersikap otoriter hingga mengeluarkan para pengurus DPD dan DPC Partai Nasdem Sumenep tinggal dilaporkan saja.

“Kalau dia merasa pengurus, seharusnya datang ke DPD. Tapi kalau dia ngomong di belakang, berarti dia bukan pengurus,” tutur Moh. Hosni.

Hanya saja, pihaknya tidak menjawab kebenaran pembubaran pengurus DPD dan DPC Partai Nasdem secara sepihak seperti yang diutarakan para Ketua DPC Partai Nasdem Sumenep.

Dia malah berdalih, para pengurus DPC Partai Nasdem Sumenep harusnya bisa menempatkan tupoksinya sebagai kader partai.

“Masak pengurus partai ngomongnya sembarangan, bilang hewan (barakay dalam Bahasa Madura, red) apakah itu bisa dibilang sebagai seorang organisatoris?,” tanya Moh. Hosni kembali.

Statement inilah yang kemudian menjadi muara sengkarut di tubuh internal DPD Partai Nasdem Sumenep.

Di mana, Moh. Hosni merasa tersinggung dengan sikap buruk para pengurus DPC Partai Nasdem Sumenep saat berada di dalam grup WhatsApp internal partai.

Sebab itu, ia memilih untuk membubarkan grup internal DPD dan DPC Partai Nasdem Sumenep karena merasa tidak dihargai sebagai seorang ketua partai.

“Saya ada buktinya semua, ada yang bilang anjing dan segala macam,” bebernya.

Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan Ketua DPC Partai Nasdem Kecamatan Batuputih, Abul A’la.

Abul A’la bilang, jika Ketua DPD Partai Nasdem Sumenep, Moh. Hosni, sering menghindari kewajibannya sebagai seorang ketua partai.

“Baru-baru ini, kami setelah ada pemberontakan, semua ketua DPC dikeluarkan dari internal grup DPD. Itu grupnya ditutup dan kami diberhentikan secara sepihak,” kata Abul A’la dalam keterangannya pada media, Selasa (21/5/2024) kemarin.

“Politik memang begitu, jadi saya tidak heran lagi,” timpalnya lebih lanjut.

Atas ketidakharmonisan di internal DPD Partai Nasdem Sumenep tersebut, para ketua DPC mengancam akan melakukan perlawanan dalam waktu dekat.

“Ini teman-teman sudah menggerutu semua dan akan memberontak,” tegasnya.

Pihaknya hanya bisa menyayangkan atas tindakan Ketua DPD Partai Nasdem Sumenep, Moh. Hosni, yang tidak transparansi dan bersikap otoriter pada anggotanya sendiri.

“Seandainya Ketua DPD Partai Nasdem Sumenep transparansi kepada semua pengurus DPC, kami bisa memaklumi. Tapi ini tidak ada kejelasan sama sekali,” tutur Abul A’la.

Sedikit ia menceritakan, bahwa setiap pertemuan kepartaian, para pengurus DPC urunan untuk mendapatkan konsumsi.

“Kami kadang itu urunan saat ada pertemuan partai,” bebernya.

Sementara data yang dihimpun media ini, Ketua DPD Partai Nasdem Sumenep, Moh. Hosni, menutup grup WhatsApp pengurus DPD dan DPC Nasdem Sumenep pada Senin (20/5/2024) kemarin.

“As.wb. terimakasih bnyak yg setinggi-tingginya kepada pengurus Nasdem 2020-2024 atas dedikasih perjuangannya kk. Begitupula saya sebagai ketua Partai Nasdem Semenep dan atas nama peribadi sebagai manusia biasa mohon beribu maaf atas segala salah dan khilaf saya baik disengaja maupun yg tidak disengaja,” tulisnya di grup WhatsApp DPD dan DPC Partai Nasdem Sumenep tersebut.

“Sesuai dg SK baru DPD Partai Nasdem Kabupaten Sumenep, maka group ini kami tutup, terima kasih kepada semua kk DPD yang sdah berjuang membesarkan Nasdem sumenep, serta mohon dimaafkan atas segala bentuk kekurangan & kekhilafan trutama saya (Admin),” sambungnya lebih lanjut.

Setelah itu, TA DPD Partai Nasdem Sumenep, Jakfar, juga mengirimkan sebuah pesan perpisahan kepada pengurus DPC sebelum akhirnya menghapus grup internal kepartaian itu.

“As.wb. terimaksih bnyak kepada pengurus DPC lama, selama ini bersama dengan saya… pabilah ada salah saya sebagai manusia biasa mohon beribu maaf.. dimanapun kita berada kita bersaudara tidak bisa ditukar dengan apapun… sekali lagi mohon beribu maaaf,” tutup Jakfar dalam pengumuman pembubaran grup pengurus DPD dan DPC Partai Nasdem Sumenep.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPD Partai Nasdem Sumenep, Moh. Hosni, diduga tidak pernah memberitahukan kepada jajaran DPC partai terkait pencairan dana Banpol.

Maka jika dilihat secara kasat mata, tentu disinilah kemudian para Ketua DPC Partai Nasdem Sumenep melakukan perlawanan dan menanyakan perihal transparansi pencairan dana Banpol tersebut.

× How can I help you?