JAKARTA, Limadetik.com — Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar aksi damai sebagai respon terhadap segala bentuk kesalahpahaman atas apa yang telah terjadi, Kamis (21/3/2019).
Bukan seperti aksi-aksi pada umumnya, aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa UIN Jakarta ini adalah bentuk upaya dan respon positif bahwa UIN Jakarta sedang baik-baik saja. Tidak sebinal stigma-stigma media dan ruang opini yang sudah menjadi konsumsi publik.
Berbagai orasi dan diselingi dengan lantunan-lantunan sholawat, mahasiswa UIN Jakarta berharap agar tidak ada lagi kekeliruan di dalam ruang publik.
Fahmi Dzakky, Ketua gerakan alumni muda UIN Jakarta yang sekaligus menjadi orator dalam aksi tersebut menegaskan bahwa UIN Jakarta hari ini tetap stabil. “Kami berharap, agar tidak ada pihak luar yang memanfaatkan hal ini sebagai momentum untuk menjatuhkan pihak-pihak tertentu” katanya.
Aksi yang dilaksanakan berpusat di depan Rektorat membawa hasil keputusan bersama bahwa:
1. Menolak pernyataan Mahfud MD tempo lalu di ILC yang menyatakan telah terjadi pembungkaman demokrasi kampus. Karena demonstrasi yang disebut Mahfud sebatas ekspresi kekecewaan pihak kalah dalam pemilu kampus yang telah dilakukan secara demokratis.
2. Membuka pintu seluas-luasnya kepada KPK di UIN Jakarta sebagai bentuk amanah negara dan berharap agar KPK juga mengusut tuntas ketidakwajaran rektor-rektor UIN Jakarta periode sebelumnya.
3. Mengecam keras segala bentuk tindakan kurang terpuji yang dilakukan oleh sebagian mahasiswa dalam melakukan kritik yang tidak beretika. Membawa unsur misoginis dan patriarkis yang justru sangat mencederai ruang akademis sebagai intelektual muda.
4. Mendesak aparat kepolisian untuk turun tangan menindak pihak-pihak yang menyebarkan fitnah dan hoax terhadap institusi UIN Jakarta.
5. Mengajak seluruh civitas akademika UIN Jakarta untuk menjaga kondusivitas kampus, dan menjaga Akhlakul Karimah.
“Selain bentuk respon terhadap situasi publik bahwa UIN Jakarta sedang baik-baik saja, mahasiswa juga sangat berharap agar nuansa harmonis dengan segala bentuk perbedaan organisasi tetap terjalin dengan baik” tegas Fahmi. (Sin/yd)