https://limadetik.com/

Jangan Lupa Bersyukur, Pesan Bupati Baddrut Tamam untuk Masyarakat Pamekasan

  • Bagikan
Jangan Lupa Bersyukur, Pesan Bupati Baddrut Tamam untuk Masyarakat Pamekasan
FOTO: Bupati Baddrut Tamam saat memberikan Santunan untuk Anak Yatim di Pamekasan

PAMEKASAN, LimaDetk.Com – Jangan lupa untuk selalu meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan rahmat yang diberikan oleh yang maha kuasa. begitulah pesan moral yang disampaikan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam kepada masyarakatnya.

Ajakan itu disampaiakn Bupati Baddrut Tamam saat memberikan sambutan dalam acara silaturrahmi dengan keluarga besar Muhammadiyah dan santunan anak yatim di masjid Hikmah Jalan Nugroho, Kamis (29/4/2021) malam.

https://limadetik.com/

Allah SWT menurut Bupati Baddrut telah memberikan nikmat yang tak terhingga kepada semua makhluknya sehingga bisa menjalani hidup dengan nyaman dan lancar. Tentu, nikmat yang tidak bisa dihitung tersebut harus ada timbal balik kepada sang pemberi nikmat. Caranya adalah bersyukur.

“Contohnya, ketika kita datang ke majelis ini sebagai wujud syukur kita atas nikmat sehat dan sempat, insya Allah nikmat kita akan ditambah oleh Allah. Sebaliknya jika kita tidak bersyukur atas nikmat ini, janji Allah Inna adzabi la syadid,” katanya.

Bupati dengan sapaan akrab Mas Tamam itu lebih lanjut mengatakan, bersyukur akan berdampak luar biasa terhadap kehidupan sehari-hari, makanya akhlak terpuji itu harus menjadi tindakan nyata dalam menjalani hidup. Karena sejatinya, bersyukur sudah menjadi keniscayaan bagi manusia sebagai makhluk Allah yang lemah.

“Sebenarnya kita bisa melihat dalam kehidupan kesehariannya, antara Orang yang bersyukur dan tidak bisa bersyukur. Orang yang sering marah-marah kepada tetangganya berarti kurang bersyukur, orang yang sering mengumpat, mencaci dan berkata kotor, itu indikasi kurang bersyukur,” tandasnya.

Orang yang bersyukur, lanjut dia, akan memberlakukan dirinya dan lingkungannya dengan cinta kasih, tidak akan memarahi dan menyalahkan orang lain dan membenarkan dirinya sendiri.

Dikesempatan itu, Bupati pun bercerita tentang peristiwa yang menimpa dirinya ketika dimarahi oleh seseorang dalam sebuah acara pernikahan. Kejadian itu menuntut dirinya sabar dan bersyukur atas peristiwa tersebut. Sebab, apabila merespon marah atas fenomena itu, tentu implementasi syukur akan dipertanyakan.

Dikatakan Bupati milenial ini, bahwa Nabi Muhammad SAW, setiap hari diludahi oleh orang Yahudi ketika hendak berangkat ke masjid. Saat itu nabi Muhammad tidak membalas dengan tindakan kasar, namun justru Nabi Muhammad menjadi orang yang pertama menjenguk, ketika orang yang meludahi tersebut jatuh sakit.

“Maka dapat kita simpulkan, kita sebagai hamba Allah dan ummat Nabi Muhammad yang diberi nikmat oleh Allah menjadikan agama Islam sebagai bagian dari ideologi yang wajib untuk kita perjuangkan dan risalahkan kepada orang lain harus bisa melaksanakannya” papar Mas Tamam.

Terakhir, Bupati mudah bergaul ini kembali mengajak jemaah agar senantiasa menjadi makhluk yang bersyukur. Sebab, syukur tersebut akan mengubah tindakan seseorang kepada hal yang yang positif, seperti sabar, ikhlas dan karakter terpuji lainnya.

“Rasa syukur akan membawakan kita pada sebuah kedamaian dan ketenangan, bahkan disaat kita susah sekalipu, rasa syukur akan membuat kita semakin dekat denga Allah SWT” tukasnya.

(Adv/Arf/Yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan