https://limadetik.com/

Karena Covid-19, Pelayanan RSUD Kota Bima Kurang Baik

  • Bagikan
IMG 20210121 103148 e1611200035788

Oleh : Nurmagfirah


Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Rumah sakit sebagai Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit yang dimana rumah sakit ini sebagai kebutuhan bagi masyarakat untuk mendapatkan pengobatan baik secara gratis yang dibantu oleh pemerintah maupun di bayar oleh masyarakat itu sendiri.

https://limadetik.com/

Lain hal yang dihadapi oleh beberapa pasien yang membutuhkan pelayanan di RSUD Kota Bima, beberapa pasien mendapatkan pelayanan yang kurang manusiawi dikarenakan tidak dilayani dengan baik oleh tenaga medis. Salah satu yang terjadi baru- baru ini yakni ibu hamil yang ditelantarkan di dalam mobil ambulance dan tidak dimasukkan ke dalam ruangan sebagai bentuk respon cepat dari tenaga medis, dari kurang baiknya pelayanan itu membuat masyarakat yang melihat dan menonton video yang diunggah di facebook cukup geram dengan perawat atau dokter di rumah sakit itu.

“Pelayanan tidak jelas RSUD Bima. Sudah 1 jam ibu hamil tidur di dalam ambulance belum ada yang tanganin. Apakah wajar diperlakukan pasien seperti ini?. Semoga ibu dan dedek bayinya selamat. Amiin Yaarabbal Aalamin,” tulis akun Bhen Khafany.

Unggahan video dari akun milik pribadi itu mendapatkan komentar yang menyudutkan pihak rumah sakit, Beberapa respon dari pengguna media sosial (facebook) 10/12/2020.

“Bodoh banget sih. Itu kan bukan pasien corona. Itu kan pasien ibu hamil yang mau melahirkan. Aneh” komentar akun Muna*** Mun****

“Itu bukan rumah sakit melainkan rumah tempat orang-orang tidak punya hati. Mereka lahir bukan dari perut ibu melainkan perutnya setan makanya mereka pihak rumah sakit tidak punya hati” tulis akun Yul*** Yu**.

Dari banyaknya masalah yang terjadi dan bahkan menjadi sebuah tragedi kemanusiaan di rumah sakit itu, ini memberikan bukti bahwa tenaga medis yang dipekerjakan kurang sigap dalam merespon keluhan dari pasien. Dari masalah itu pihak rumah sakit memberikan klarifikasi untuk menepis komentar negatif dari masyarakat, diantara
narasi yang dijadikan untuk klarifikasi tersebut bahwa tenaga medis lagi mempersiapkan kamar karena kamar lainnya banyak dikosongkan untuk ruangan isolasi.

Tentu ini tidak bisa dipegang klarifikasinya karena tidak mungkin persiapan itu menyita waktu yang berjam-jam dan menelantarkan pasien yakni ibu hamil hanya berbaring sakit di dalam ambulance saja. Jika dari pihak rumah sakit takut dengan adanya corona kenapa tidak diterapkan protokol kesehatan ataupun APD untuk secepatnya menangani
pasien dalam kondisi darurat.

Karena tidak mungkin musibah corona ini membuat pasien dengan penyakit lain mendapatkan penanganan yang tidak baik jangan karena fokus pada penangan corona hingga pasien yang punya gejala/penyakit lain tidak dilihat dan diutamakan karena yang semua mengalami sakit tentu butuh ditangani denggan baik tanpa harus menganak tirikan pasien yang lain sebab pasien sama sama butuh kesembuhan.

Kejadian yang sama sering dihadapi oleh pasien terkait pelayanan dan penanganan yang kurang baik di waktu yang berbeda sebagai catatan besar seharusnya untuk pihak rumah sakit untuk dijadikan benahan kedepannya karena kehidupan ini tak bisa terlepas jauh dari kesehatan dan itulah rumah sakit sebagai lembaga yang sangat berpengaruh kondisi dari masyarakat dan menjadi hal yang sensitif jika hal-hal yang kurang manusawi itu terjadi bisa jadi nyawa pasien yang menjadi taruhannya.

Penulis Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Jurusan Akuntansi


catatan: seluruh isi artikel tanggungjawab penulis sepenuhnya

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan