Daerah

Katib Syuriah PCNU Jakarta Pusat: Penyelanggaraan Ibadah Haji 2024 Berjalan Sukses

×

Katib Syuriah PCNU Jakarta Pusat: Penyelanggaraan Ibadah Haji 2024 Berjalan Sukses

Sebarkan artikel ini
Katib Syuriah PCNU Jakarta Pusat: Penyelanggaraan Ibadah Haji 2024 Berjalan Sukses

Katib Syuriah PCNU Jakarta Pusat: Penyelanggaraan Ibadah Haji 2024 Berjalan Sukses

LIMADETIK.COM, JAKARTA – Katib Syuriah PCNU Jakarta Pusat KH Robi Fadil bersyukur perjalanan ibadah haji berjalan lancar dan sukses. “Kesuksesan ini saya pribadi rasakan juga ketika menjadi pembimbing haji dari Multazam Travel. Semua jamaah mengapresiasi rangkaian ibadah haji yang jauh berbeda dan lebih baik dari tahun sebelumnya,”kata Kiai Robi Rabu (31/07).

Kiai Robi menjelasakan Kementrian Agama mampu mensukseskan penyelenggaraan haji itu dengan metode 435. “Metode atau skema 435 itu yaitu memiliki makna 4 perdana di haji tahun 2024, 3 pengembangan ekosistem Potensi Ekonomi Haji, dan 5 inovasi haji 2024.

Empat berarti sukses dalam layanan perdana haji di 2024, yaitu: 1) layanan fast track, 2) layanan katering diberikan secara penuh selama jamaah di Mekkah selama pra-Armuzna dan pasca-Armuzna, 3) perdana mendapat kuota tambahan hingga 20.000 jemaah, dan 4) layanan skema Murur dari Arafah menuju Muzdalifah, tanpa harus turun,”

Ketua Umum MUI Kota Jakarta Pusat ini menambahkan kemudian metode skema 3 dan 5. “Tiga berarti sukses dalam Pengembangan eksosistem ekonomi haji 2024, yaitu: ekspor bumbu Nusantara untuk dapur katering, pengiriman daging Dam dalam kemasan daging olahan yang dikirim ke Indonesia, dan makanan siap saji yang didatangkan dari Indonesia.

“Selanjutnya, Lima berarti kesuksesan dalam Inovasi haji 2024, yaitu: 1) inovasi transformasi digital dalam rekrutmen petugas haji, 2) inovasi aplikasi Kawal Haji untuk layanan aduan sehingga masalah-masalah yang dialami Jemaah dapat secara cepat teratasi, 3) inovasi layanan Safari Wukuf Lansia Non-mandiri, 4) inovasi penggunaan layanan International Patient Summary (IPS) untuk menelusur Riwayat Kesehatan Jemaah yang terdapat dalam Kartu Jemaah Haji, dan 5) inovasi penyederhanaan proses tunda atau batal visa haji untuk optimalisasi penggunaan kuota haji,” tambahnya.

Kiai Robi melanjutkan saran dan masukan kepada kementrian terkait juga perlu dan tidak dianggap sebelah mata “Secara pribadi, saran, kritikan dan masukan itu penting agar menjadi bahan evaluasi. Kementrian Agama pastinya akan mendengar semua saran dan kritikan serta menjelaskan kepada publik untuk berupaya jauh lebih baik dan sempurna,” jelasnya.

Kiai Robi menilai penyelenggaraan haji tahun ini bertambah baik dan sempurna dari tahun-tahun sebelumnya.

“Hal tersebut kita ungkapkan karena yang menunaikan ibadah haji tahun ini ada 200 ribuan jamaah. Membina dan mengatur jamaah sebanyak itu tidak mudah. saya pribadi menjadi saksi kesuksesan ibadah haji tahun ini. Karena saya hadir menjadi pembimbing haji sehingga mengerti betul perubahan-perubahan yang terjadi. Petugas-petugas dalam melayani jamaah haji begitu ramah dan sigap dalam menjalankan tugasnya dan jamaah pun mengapresiasi keramahan mereka,” jelasnya.