https://limadetik.com/

Keshahihan di Atas Maraknya Covid-19

  • Bagikan
corona cirus
Ilustrasi foto

Limadetik.com – Oleh : Lutfiyah

OPINICOVID-19 merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh jenis coronavirus yang baru-baru ini di temukan. Virus ini merupakan virus dan penyakit baru yang sebelumnya tidak di kenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, Desember 2019 lalu.

https://limadetik.com/

Coronavirus (penyebab penyakit COVID-19) merupakan suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia, beberapa gejalanya yang dapat kita ketahui ialah terjadinya infeksi pernafasan pada manusia mulai dari batuk, pilek, dll. Gejala umum yang dapat kita ketahui ialah demam, rasa lelah, dan batuk kering.

Gejala yang dialami biasanya bersifat ringan seperti rasa nyeri, hidung tersumbat, diare. Ada juga yang tidak menunujukkan gejala apapun sehingga ia merasa tetap merasa sehat. Sebagian besar orang yang terinfeksi berhasil pulih tanpa harus perawatan khusus. Sekitar 1 dari 5 orang yang terjangkit virus tersebut menderita penyakit yang cukup parah dan mengalami kesulitan dalam bernafas. Kemungkinan besar yang mengalami sakit yang cukup serius tersebut berasal dari orang-orang lanjut usia dan orang-orang dengan kondisi medis yang memang sudah ada sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan jantung.

COVID-19 dapat menular melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit virus tersebut batuk dan mengeluarkan nafas. Percikan-percikan tersebut kemudian jatuh ke benda-benda sekitar. Orang yang menyentuh benda atau permukaan benda tersebut beresiko terjangkit COVID-19. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit.

Tetap menjaga pola hidup sehat, berdo’a (meminta perlindungan kepaada Allah SWT), dan saling menjaga satu sama lain juga penting. Karena ketika masyarakat di cekam ketakutan dan kecemasan karena wabah virus corona (Covid-19) segelintir orang justru menambah kisruh suasana dengan menyebarkan berita bohong (hoax) tentang Covid-19. Cara-cara busuk yang dilakukan sebagian warganet (netizen) tersebut. Merupakan perbuatan yang melawan hukum, dalam hal ini UU ITE.

Pada situs resmi Gugus Tugas Pencepatan Penanganan Covid-19, covid19.go.id, ada pelacak aksi positive yang menemukan 135 hoak terkait dengan wabah virus corona (Covid-19). Diantara hoak yang beredar ialah salah satunya Penawaran Kuota Gratis dengan cara mengklik sebuah link yang di berikan.

Beredarnya pesan berantai di media sosial yang berisikan penawaran kuota internet gratis sebesar 20GB setelah di klarifikasi kepada beberapa penyedia layanan provider di Indonesia, isi pesan tersebut tidaklah benar. General Manager External Communications Telkomsel Denny Abidini mengatakan, segala promosi yang berhubungan dengan produk dan layanan, operator seluler selalu menggunakan kanal resmi perusahaan.

”Dalam menyampaikan informasi untuk pelanggan baik mengenai program, layanan produk, ataupun promosi berhadiah, telkomsel selalu menggunakan kanal resmi perusahaan seperti situs www.telkomsel.com, aplikasi myTelkomsel, dan aplikasi TCASH Wallet,” ungkap Denny kepada KompasTekno melalui pesan singkat, Senin (30/07/2018).

Dari pemaparan tersebut sudah jelas bahwa tidak ada penawaran gratis mengenai kuota tanpa adanya kanal yang resmi dari pihak perusahaan sebelum bahkan setelah berakhir musibah wabah Covid-19.

Sementara itu, Head of External Communications XL Axiata Henry Wijayanto juga mengatakan hal yang sama. Ia menghimbau para pelanggan untuk mengabaikan jika menerima pesan seperti itu agar tidak terjebak pishing. Ia mengatakan “XL Axiata tidak ada penawaran gratis atau keterkaitan tertentu dengan link tersebut. Jadi, Kami menghimbau untuk diabaikan saja.” Ungkap Henry kepada KompasTekno melalui pesan singkat. Trik penipuan dengan modus pishing ini sejatinya dapat di hentikan dengan tidak menyebarluaskan link atau tautan kepada pengguna lain.

Hal ini justru sangat berpengaruh, baik bagi mereka yang bekerja di rumah ataupun tidak, karena ditengah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan harus melakukan physial distancing yang juga membuat penghasilan mereka juga terhambat. Dan bagi mahasiswa khusunya, keluhan seperti ini sangat rentan di keluarkan, karena pembelajaran jarak jauh yang di tetapkan oleh kemendikbud sangat meresahkan bagi sebagian mereka karena benyak menghabiskan banyak kuota, sedangkan pemasukan mereka tipis bahkan ada yang tidak memiliki pemasukan sama sekali.

Jadi, jika Anda mendapat pesan berantai semacam ini, kroscek terleih dahulu apakah isi pesan tersebut benar atau tidak. Jika dalam pesan tersebut terdapat link yang mencurigakan, sebaiknya Anda tidak mengklik atau dan menyebarluaskan. Tetap ikuti informasi terbaru tentang wabah COVID-19 yang tersedia di situs web, atau melalui kementerian kesehatan, dan dinas kesehatan daerah Anda.

Di banyak negara di dunia, kasus wabah COVID-19 telah terjadi termasuk di Indonesia. Pemerintah beberapa negara di dunia telah berhasil memperlambat dan ada juga yangberhasil menghentikan wabah yang terjadi di wilayahnya. Namun, situasi yang ada masih sulit di prediksi. Jadi, tetaplah berdo’a , waspada dan ikuti berita terbaru.

Anda juga dapat mengurangi resiko penyebaran COVID-19 dengan cara melakukan beberapa pencegahan dengan cara sering-seringlah mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun, atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohhol. Selain itu, Anda juga perlu menjaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang yang batuk-batuk atau bersin-bersin. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut. Mengapa? Karena tangan dapat menyentuh permukaan benda, sedangkan virus ini dapat tertempel di tangan. Kemudian pastikan Anda dan orang-orang sekitar mengikuti etika batuk dan bersin dengan cara menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu saat batuk atau bersin, dan segeralah buang tisu bekas tersebut.

Dan Tetaplah tinggal dirumah jika merasa kurang sehat. Dan langkah selanjutnya ialah tetap ikuti informasi terbaru tentang hotspot-hotspot COVID-19 (kota atau daerah dimana virus tersebut menyebar luas), jika memungkinkan hindari bepergian ke tempat-tempat tersebut terutama bagi Anda yang sudah lanjut usia atau Anda yang memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya. Karena kemungkinan tertular COVID-19 lebih tinggi di tempat-tempat tersebut.

Semoga musibah ini lekas di angkat oleh Allah SWT, Aamiin. [*]

(Penulis Adalah: Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Semester VI Fakultas Tarbiyah di IAIN Madura)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan