Mendekati Musim Mudik Lebaran, Penerbangan ke Kepulauan Sumenep Belum Ada Kepastian

Bandara trunojoyo Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Sebentar lagi akan masuk musim mudik lebaran Idhul Fitri 1439 H. Hanya saja, hinggi kini penerbangan perintis dengan rute Bandara Trunojoyo – Pulau Pagerungan, Sumenep, Jawa Timur belum ada kepastian realisasinya.

Pasalnya, Unit Penyelenggara Bandara Trunojoyo Sumenep masih menunggu perubahan status bandara, dari bandara khusus menjadi bandara umum. Meski pun surat dari Kementerian Keuangan RI tentang pemanfaatan Bandara Pagerungan untuk penerbangan perintis, saat ini sudah ada di meja direktur Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

“Kami masih menunggu turunnya surat itu,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Indra Triyantono, Rabu (23/05/2018).

Bandara Pagerungan di Pulau Pagerungan, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep merupakan bandara yang dikelola salah satu kontraktor kontrak kerja sama (K3S) migas, yakni Kangean Energy Indonesia (KEI).

Selama ini, bandara tersebut dipergunakan hanya untuk kepentingan dan kelancaran operasional perusahaan tersebut. Karenanya, Bandara Pagerungan dikategorikan sebagai bandara khusus.

Pemerintah daerah telah melayangkan surat permohonan ke Kementerian Keuangan, SKK Migas, dan Kangean Energy Indonesia (KEI) untuk memanfaatkan Bandara Pagerungan sebagai bandara penerbangan perintis. SKK migas dan KEI sudah menyetujui permohonan tersebut.

“Kalau surat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan sudah turun, baru bisa keluar keputusan menteri (KM) Perhubungan tentang perubahan status bandara,” terangnya.

Secara teknis, Bandara Pagerungan sudah sangat layak untuk didarati pesawat perintis. Tidak ada masalah untuk kondisi bandara.

Bahkan pihaknya telah menyiapkan draft Keputusan Menteri Perhubungan tentang perubahan status Bandara Pagerungan telah disiapkan. Tinggal menunggu surat dari Kementerian Keuangan, karena terkait dengan penggunaan aset Kementerian Keuangan.

“Kami masih menunggu. Tapi kami bersama Pemkab berencana mendatangi kementerian keuangan, untuk meminta kepastian turunnya surat perubahan status bandara,” tukasnya. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here