Nasional

Ngeri, Wilayah Sumenep Kembali Dilanda Puting Beliung, Belasan Rumah Rusak, Pohon dan Tiang Listrik Ikut Roboh

×

Ngeri, Wilayah Sumenep Kembali Dilanda Puting Beliung, Belasan Rumah Rusak, Pohon dan Tiang Listrik Ikut Roboh

Sebarkan artikel ini
IMG 20191220 072159
Pohon tumbang akibat puting beliung di Ketawang Laok,Guluk-guluk, Sumenep (foto: Yeyen)

SUMENEP, Limadetik.com — Belum lama musim penghujan turun di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Namun terhitung sudah berapa kali terjadi bencana alam berupa puting beliung, terakhir kejadian yang merobohkan beberapa pohon, tiang listrik dan juga hunian warga kembali melanda wilayah Guluk-guluk dan sekitarnya, Kamis (19/12/2019) kemarin.

Angin puting beliung yang disertai hujan deras menyebabkan belasan rumah di Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, rusak parah serta beberapa pohon dan tiang listrik tidak luput dari amukan badai hujan tersebut.

Riyan, salah satu warga setempat mengatakan bahwa kejadiannya memang spontan bersamaan dengan hujan turun lalu disertai dengan angin kencang hingga melibas beberapa rumah warga serta fasilitas PLN.

“Saya kebetulan saya saat hujan itu ada di jalan, lalu saya berteduh di sebuah masjid terekat karena hujannya deras, tiba-tiba ada angin kencag yang melanda rumah di sekitar dan pohon juga tiang listrik ikut tumbang” katanya, Jumat (20/12/2019).

Menurutnya, kejadian itu berlangsung siang  hari sekitar jam 12.00 wib. Selain rumah warga  ada juga warung yang rata dengan tanah termasuk beberapa kandang ternak milik warga di daerah Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-guluk, Sumenep.

“Ngeri memang melihat asli kejadian itu, sebab saat itu saya menyaksikan secara langsung bagaimana angin kencang itu melibas beberapa rumah warga termasuk pohon yang mengakibatkan robohnya beberapa tiang listrik, bahkan ada warung kopi rata dengan tanah termasuk ada kandang binatang ternak milik warga” jelas Yeyen sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, R. Rahman Riadi saat ditanya awak media membenarkan peristiwa tersebut.

“Ia benar, kejadiannya di Desa Ketawang Laok, Guluk-guluk” kata Rahman.

Rahman menuturkan, berdasarkan data yang diterimanya sedikitnya terdapat 15 rumah warga yang rusak, baik rusak berat maupun rusak sedang dan ringan, termasuk Balai Desa Ketawang Laok.

“Untuk rumah rusak berat ada satu, dan kandang ayam. Selebihnya rusak sedang dan ringan,” terangnya.

Walau tidak ada korban jiwa atas kejadian ini, pihak BPBD juga belum bisa menghitung jumlah kerugian material akibat bencana alam tersebut. “Untuk kerugian belum diketahui secara pasti, masih dihitung, dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini” paparnya. (yd/dwi)