https://limadetik.com/

Paademi Covid-19 dan Banjir Meningkatkan Solidaritas Masyarakat

  • Bagikan
IMG 20210123 184628 e1611403310777

Oleh : Yuwansyari Bayu Pramudyo


Awal tahun 2021 yang belum genap sebulan terlalui, Indonesia berduka dengan beberapa bencana di beberapa titik wilayah.

https://limadetik.com/

Sebagian wilayah di Indonesia, rawan akan bencana yang disebabkan curah hujan tinggi seperti banjir bandang, longsor, angin kencang dan erupsi Gunung Merapi. Menurut Undang-Undang No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, disebutkan ada tiga jenis bencana, yakni bencana alam, nonalam dan sosial.

Pandemi Covid-19 dikategorikan masuk dalam bencana nonalam. Indonesia sudah terjangkit Covid-19 selama 10 bulan sejak konfirmasi pertama yang diumumkan oleh Presiden Jokowi Widodo di Istana Kepresidenan, pada 2 Maret 2020. Ditengah pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya dan kenaikan kasus positif di Indonesia sampai saat ini 939 ribu dan perharinya tembus 12.568 kasus (20/01/2021).

Banjir dan tanah longsor di Kalimantan Selatan memberikan kejutkan sangat dramatis bagi masyakarat setempat, dikarenakan bencana alam pada tahun ini merupakan bencana yang paling besar dalam 50 tahun berakhir. Curah hujan sangat tinggi yang hampir 10 hari berturut-turut dan daya tampung Sungai Barito tidak nisa bisa menampung sehingga menyebabkan meluapnya air.

Selain itu, dilihat dari ekosistem memang kurang pengawasan dari pemerintah terkait tambang dan sawit. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya menindaklanjunti dari bencana alam ini.

Becana banjir memang menjadi wahana bagi masyarakat untuk saling meningkatkan solidaritas dari korban terdampak dan yang tidak terdampak, di sinilah kemunculan rasa persaudaraan sebagai warga sebangsa dan setanah air tanpa melihat latar belakang sosial.

Upaya aparat dan relawan dalam penanggulangan bencana jelas butuh dukungan seluruh elemen masyarakat. Kalau kita lihat, di beberapa daerah banyak sekali dari organisasi kemahasiswan ataupun organisasi sosial menggelar aksi kemanusiaan dengan menggalang dana untuk membantu korban-korban bencana banjir ini.

Tempat-tempat berhentinya kendaraan di lampu lintas menjadi titik strategis dalam menggelar aksi solidaritas ini, adapun hasil dari penggalangan dana akan di salurkan langsung ke posko-posko bantuan yang ada di daerah bencana.

Penulis : Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang


Catatan: Seluruh isi artikel ini tanggung jawab penulis sepenuhnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan