https://limadetik.com/

Pandemi Belum Berakhir, Pensiunan PNS ini Rela Sisihkan Gaji untuk Berbagi

Penulis: WahyuEditor: Lisa
  • Bagikan
Pandemi Belum Berakhir, Pensiunan PNS ini Rela Sisihkan Gaji untuk Berbagi
FOTO: H.Sutrisno bersama keluarganya saat berbagi nasi bungkus untuk abang becak dan dhua'afa di Jalan Trunojoyo Kota Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Pamdemi covid-19 di Negeri ini belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Namun bagi seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak berhenti untuk membantu masyarakat yang membutuhkannya.

Begitulah apa yang dilakukan dan dicontohkan oleh H.Sutrisno, pensiunan PNS di Kabupaten Sumenep Jawa Timur itu.

https://limadetik.com/

Ia bercerita bagaimana dirinya selalu tergugah jika melihat orang yang tidak mampu dan sangat membutuhkan. Sehingga ia sejak tahun 2000 berinisiatif untuk berbagi bersama kaum dhuafa dan abang becak di Sumenep.

“Situasi pandemi ini memang setiap kita harus mrmiliki kepekaan. Jika kita punya lebih rejeki mari kita sisihkan sebagian untuk saudara-saudara kita yang memang membutuhkannya. Inilah yang menjadi motivasi buat saya sejak 20 tahun yang silam, saya selalu menyisihkan gaji untuk sekedar berbagi dengan yang lain” katanya, saat berbagi nasi bungkus untuk abang becak dan dhu’afa di jalan trunojoyo Sumenep, Jumat (27/8/2021).

Selain itu kata dia, dirinya juga didukung oleh keluarga besarnya untuk berbagi nasi bungkus setiap hari Jumat. Dalam kegiatan berbagi tersebut dirinya dibantu oleh istri dan anak-anaknya hingga kerabat lainnya.

Pandemi Belum Berakhir, Pensiunan PNS ini Rela Sisihkan Gaji untuk Berbagi
FOTO: Berbagi di hari jumat bersama abang becak

“Alhamdulillah setelah saya pensiun gaji saya 4 juta 500 ribu, itu yang saya sisihkan separuhnya dalam setiap bulan untuk berbagi nasi kepada yang membutuhkannya setiap hari Jumat” ucapnya.

Mantan Pensiunan Kabid di PU Cipta Karya Sumenep itu menjelaskan, nasi bungkus yang dia bagikan untuk abang becak dan kaum dhu’afa bukan hasil masak sendiri. Melainkan membeli nasi di warung-warung atau para penjual nasik yang ada.

“Karena saya ingin berbagi, tentu saya lebih memilih beli nasi bungkus para penjual nasi agar mereka (penjual, red) juga kebagian rizki. Apalagi saat covid sekarang pedagang kasihan jualan mereka kadang tidak laku. Dan setiap Jumat kami beli 50 paket nasi bungkus untuk dibagikan, dan kita juha belinya bukan di satu warung tapi kita gilir biar sama merasakan” terangnya.

Dikatakan H.Tris sapaan akrabnya, tempat mereka menyalurkan bantuan nasi bungkus juga bukan disatu tempat melainkan pindah pindah agar penyalurannya bisa meratas.

“Kadang saya bawa mobil keliling pindah ke tempat lain. Ya tujuannya biar merata saja, sebab yang pastikan di daerah lain juga ada yang membutuhkannya” tukasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan