https://limadetik.com/

Pandemi Corona, Bencana Alam dan Sikap Kita

  • Bagikan
Membangun Optimisme Kehidupan di Tengah Situasi yang Mencekam
FOTO: Subliyanto (Penulis artikel)

Oleh : Subliyanto


Covid-19 yang hingga kini masih menjadi pandemi sangat berdampak pada semua aspek kehidupan manusia. Baik aspek sosial, ekonomi, dan aspek pendidikan, yang mana ketiga aspek tersebut bak dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

https://limadetik.com/

Aspek sosial, dampak dari pandemi membuat kegiatan sosial masyarakat tidak bisa dijalankan secara maksimal. Pada sisi ekonomipun demikian, baik bagi pelaku ekonomi kecil, menengah, dan pelaku ekonomi makro.

Tak luput juga pada aspek pendidikan yang pada zona-zona tertentu masih harus belajar secara online dengan segala plus minusnya. Karena semuanya dibatasi oleh aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Saat pandemi Corona belum jua sirna, kitapun dihadapkan dengan beragam bencana alam yang melanda di beberapa wilayah di negeri ini. Maka perlu kiranya kita tarik nafas, merenung sejenak sembari bermuhasabah apakah semua ini cobaan dan ujian atau bahkan termasuk kemurkaan Tuhan kepada hamba-Nya ?.

Konsep-konsep ajaran agama merupakan teori yang unik dan menarik dimana kemasan ajarannya hanya dengan perintah, larangan, hadiah, dan hukuman. Sangat mudah untuk dipahami namun sulit untuk praktikkan dan disadari nilai-nilai tersiratnya, kecuali bagi insan-insan yang beriman dan bertakwa.

Hidup dan semua yang terkait dengan kehidupan merupakan rumus sebab akibat. Jika manusia berbuat baik maka hadiah nilai kebaikan yang akan ia dapatkan. Demikian juga sebaliknya. Jika manusia berbuat buruk maka nilai dari keburukannya akan ia dapatkan. Maka hal ini sangat penting untuk direnungkan terkait dengan semua yang terjadi di alam ini.

Tidak ada yang pantas kita ucapkan selain kalimat istighfar sebanyak-banyaknya dan terus on the right track sebagai bentuk pengakuan bahwa kita sebagai manusia adalah makhluk yang lemah dan penuh dengan dosa, sehingga tidak pantas untuk berlaku sombong dan membuat kerusakan di muka bumi.

Allah SWT. berfirman : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan”. (QS. al-A’raf : 56).

Garis besar dari ayat tersebut di atas adalah urgensitas berbuat kebaikan dalam segala bidang dan bentuk ekspresi kehidupan. Baik yang tampak maupun yang tidak. Karena hal tersebut sangat erat kaitannya dengan rahmat Allah. Dan Allah Maha mengetahui segalanya.

Maka, sehebat apapun manusia dengan segala yang dimilikinya tidak akan bermakna jika melanggar aturan-aturan kehidupan yang sudah dimaktubkan secara permanen oleh sang pemilik yang sebenarnya, Allah Rabbul ‘alamin.

Allah SWT. berfirman : “Demi masa. sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. al-‘Ashr :1-3).

Semoga catatan singkat ini menjadi bagian dari bentuk saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. Wallahu a’lam.


Penulis adalah pemerhati sosial dan pendidikan asal Kadur Pamekasan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan