Pasar Hewan Bluto Sumenep Tak Diminati, Setiap Pasaran Hanya Terdapat 70 Ekor

Ilustrasi

SUMENEP, Limadetik.com – Pemindahan pasar hewan dari Desa Bangkal, Kecamatan Kota, Sumenep, Jawa Timur pada (20/10/2016) lalu ke pasar hewan Terpadu di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, belum menyelesaikan persoalan.

Pasalnya, pasar hewan yang awalnya diharapkan mampu mendatangkan pedagang hewan dari Pamekasan itu menimbulkan persoalan baru. Para pedagang hewan baik sapi dan kambing enggan untuk datang ke pasar tersebut.

Buktinya, tiap kali pasaran, jumlah sapi yang dipasarkan hanya sekitar 70 ekor. Jauh lebih sedikit dibanding pada awal mula pasar terpadu dibuka yang mencapai sekitar 400 ekor.

“Awal dibuka sekitar 400 ekor sapi. Sedangkan waktu pasar hewan masih di Bangkal bisa mencapai 700 hingga 1.000 sapi setiap kali pasaran,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Syaiful Bahri, Rabu (20/12/2017).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Disperindag, enggannya pedagang datang pasar hewan itu karena jauh dari rumah para pedagang. Mayoritas para pedagang hewan berasan dari Kecamatan Dungkek, Batu Putih, Gapura, Batang-batang dan juga Pasongsongan.

Disamping itu, minimnya fasilitas yang ada. Sehingga, pihaknya merencakanan kedepan terus melakukan perbaikan agar pedagang hewan tertarik untuk melakukan jual beli sana.

“2018 kami akan menambah fasilitas, seperti, MCK (mandi, cuci dan kakus), mosollah dan juga pemasangan paving. Supaya ketika hujan tidak lagi becek,” tegasnya.

Di kabupaten paling timur madura terdapat beberapa pasar hewan, selain pasar hewan terpadu, ada juga pasar hewan di Kecamatan Gapura, Kecamatan Rubaru dan pasar hewan di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep. (hoki/rud)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here