https://limadetik.com/

Pemkab Pamekasan Anggarkan Pembangunan Infrastruktur Jalan Akses Pertanian Bersumber dari DBHCHT

  • Bagikan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timurtelah menganggarkan pembangunan infrastruktur jalan akses pertanian bersumber.
FOTO: Petani tembakau di Pamekasan

PAMEKASAN, LimaDetik.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur telah menganggarkan pembangunan infrastruktur jalan akses pertanian bersumber. Selain untuk kesejahteraan masyarakat, pembangunan tersebut akan memanfaatkan alokasi dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) terbesar di Madura. Besarannya yaitu Rp 64,5 miliar.

Informasi tersebut, sesuai dengan apa yang disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Produksi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Ahmad Suaidi, ia menjelaskan, salah satu kegiatan pemanfaatan DBHCHT tersebut untuk membangun infrastruktur jalan produksi di desa-desa.

https://limadetik.com/

“Sebab masih banyak jalan desa yang kondisinya memerlukan penanganan. Karena di desa-desa itu kadangkala ada jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan,” kata Suaidi, Kamis (17/6/2021).

Menurut Suaidi, kondisi jalan yang memerulkan penanganan tersebut dapat memperlambat porses mobilisasi hasil panen tembakau petani. Selain itu juga memperlambat proses pengangkutan bahan-bahan dan sarana pertanian.

“Dengan pembangunan tersebut diharapkan dapat mempermudah akses distribusi hasil panen tembakau petani. Sebab, dari jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan menjadi jalan yang bisa dilalui kendaraan,” jelas Suaidi.

Dikatan Suaidi, untuk anggaran pembangunan tersebut direncakan sebesar Rp 3 miliar yang bersumber dari DBHCHT. Dan akan ada 29 titik lokasi infrastruktur jalan tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan yang akan dibangun menggunakan DBHCHT.

“Program pembangunan infrastruktur jalan itu berupa makadam, yaitu pemadatan dan pengerasan jalan menggunakan pasir batu (sirtu)” tuturnya.

Sebelum dilakukan pekerjaan, pihaknya terlebih tambah Suaidi, akan melakukan peninjauan secara langsung terhadap 29 titik tersebut untuk memastikan kondisi dan kelayakan jalan. Tujuan pembangunan itu menurutnya agar dapat mempermudah pengangkutan hasil panen para petani menuju lokasi pemasaran.

“Nanti program ini akan dilaksanakan jika dokumen perubahan anggaran (DPA) sudah ditetapkan. Insyaallah, bulan Juli program ini sudah bisa dilaksanakan” tukasnya.

(Adv/Arf/Yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan