https://limadetik.com/

Pemkab Sumenep Mulai Salurkan BLT DD

  • Bagikan
IMG 20200512 WA0031
Bupati Sumenep, KH.A.Busyro Karim saat memberikan BLT DD secara simbolis di desa nyabakan

SUMENEP, Limadetik.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mulai menyalurkan berbagai bantuan sosial (Bansos) untuk membantu masyarakat terdampak wabah Covid-29. Salah satunya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Bapati Sumenep, A. Busyro Karim mulai menyalurkan bansos ini sejak kemarin, Senin (11/05/2020) di Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang. BLT DD perdana diserahkan langsung oleh A. Busyro Karim.

https://limadetik.com/

Dia mengingatkan penerima supaya dipergunakan dengan semestinya. Jangna sampai bantuan tersebut malah dibelanjakan barang yang bukan kebutuhan pokok.

“Saya berpesan bantuan tersebut jangan sampai untuk beli cincin atau barang yang bukan kebutuhan pokok,” pesannya.

Selain itu, mantan Ketua DPRD setempat dua periode mengimbau supaya masyarakat terus kompak dan bersatu padu melakukan pencegahan penularan virus Corona. Karena guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 memang dibutuhkan kerja sama dari semua pihak, terutama masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Moh. Ramli menambahkan, penerima BLT DD Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang berjumlah 60 orang atau kepala keluarga. Dengan ketentuan tiap kepala keluarga menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu tiap bulan selama 3 bulan ke depan, terhitung sejak bulan April, Mei, hingga Juni 2020.

“60 penerima BLT DD Nyabakan Barat ini telah ditetapkan melalui mekanisme proses pendataan oleh Tim Relawan Desa Lawan Covid-19, dan sudah disepakati dalam Forum Musyawarah Desa serta ditetapkan dengan Peraturan Kepala Desa yang disahkan Bupati melalui Camat,” terangnya.

Menurutnya, BLT yang diserahkan kepada 60 orang atau kepala keluarga tersebut bersumber dari Dana Desa Nyabakan Barat. Besaran DD Nyabakan Barat Tahun Anggaran 2020 sebesar 1 miliar 463 juta 33 ribu rupiah. Jika dikalkulasi dan diakumulasikan, BLT tersebut hampir 10 persen dari DD Nyabakan Barat.

“Ini tentu sudah sesuai dengan amanah dari Kemendagri dan Permendagri tahun 2020,” tukasnya.

(hoki/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan