Pemerintah

Pemkab Trenggalek Perluas Distribusi Beras SPHP ke Ritel Modern Lokal untuk Tekan Harga

×

Pemkab Trenggalek Perluas Distribusi Beras SPHP ke Ritel Modern Lokal untuk Tekan Harga

Sebarkan artikel ini
Pemkab Trenggalek Perluas Distribusi Beras SPHP ke Ritel Modern Lokal untuk Tekan Harga
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat pasar murah

Pemkab Trenggalek Perluas Distribusi Beras SPHP ke Ritel Modern Lokal untuk Tekan Harga

LIMADETIK.COM, TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek melakukan sejumlah langkah untuk menekan harga beras di pasaran.
Selain menggelar operasi pasar, upaya yang dilakukan adalah dengan memperluas jangkauan distribusi beras Bulog ke ritel modern lokal, Senin (18/3/2024).

Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Komidag) Trenggalek juga telah memfasilitasi pertemuan antara pihak Bulog dengan para pengelola ritel modern lokal.

Dengan cakupan yang lebih luas, beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) diharapkan bisa lebih mudah dijangkau oleh masyarakat, baik di kota mau pedesaan.

“Jika ada di ritel, masyarakat tidak harus datang ke pasar apalagi ke kota. Jadi untuk menekan laju harga beras, ada yang lewat operasi pasar, kemudian kita perluas distribusinya lewat kerja sama dengan ritel itu,” kata Kepala Dinas Komidag Trenggalek, Saniran, Minggu (17/3/2024).

Cara tersebut dinilai Saniran ampuh memeratakan distribusi beras SPHP kemasan 5 kilogram ke masyarakat, karena ritel modern lokal semakin menjamur dan legalitas usahanya juga jelas.

Beras SPHP bulog diedarkan seminggu sekali, demi tekan harga beras di Trenggalek yang meroket, dengan harga tak kunjung turun, puluhan ton beras pun akhirnya harus digelontorkan Pemkab Trenggalek lewat operasi pasar.

Dari Bulog, pedagang ritel modern lokal bisa membeli beras dengan harga Rp 10.200 per kilogram. Sedangkan beras tersebut bisa dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 10.900 per kilogram.

“Karena legalitasnya jelas dan sudah terdata, maka pengawasan juga lebih mudah, tidak boleh dijual melebihi harga eceran tertinggi, Rp 10.900 per kilogram. Kalau misalnya setiap seminggu bisa 2 ton per ritel, saya yakin akan memberikan dampak laju harga,” jelas Saniran.

Saniran mempersilahkan jika ada pengusaha ritel yang tertarik bermitra, bisa langsung ke kantor Dinas Komidag untuk disambungkan ke Bulog.

Seperti diketahui saat ini, harga beras di Kabupaten Trenggalek masih tinggi mencapai Rp 16 ribu per kilogram.

“Harga tersebut dikhawatirkan akan semakin tinggi dengan datangnya bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 H, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat” pungkasnya.