LIMADETIK.COM, SUMENEP – Ratusan penumpang yang tertahan di pelabuhan Kalianget akibat cuaca buruk mengaku hanya mendapatkan sarapan pagi.
Hal itu diakui Akhyar, salah satu penumpang. Ia mengatakan jumlah penumpang yang tertahan di pelabuhan kalianget terus bertambah, dan saat ini sudah berjumlah 130 orang.
“Saya nginap di pelabuhan, hampir 6 malam, terhitung tanggal 23 Desember 2022, sedangkan jumlah orang yang memilih tinggal disini (tempat loket) terdata 130 orang, kemungkinan setiap hari akan bertambah,” katanya. Jum’at (30/12/2022).
Disinggung soal bantuan sosial pemkab Sumenep, Ahyar mengakui hanya mendapat bantuan sarapan pagi, dari Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Sumenep.
Sedangkan, makanan untuk tiga kali sehari, murni dikirim dari sejumlah TKI asal kepulauan yang ada di Luar Negeri.
”Bantuannya juga berupa obat-obatan, nasi, roti dan camilan lainnya, mengenai dengan kelayakan tempat tinggal, sementara masih layak untuk ditempati, namun, apa yang akan terjadi, jika jumlah calon penumpang, semakin meningkat,” tuturnya.
Ketua Umum PC. PMII Sumenep, Abdul Mahmud, merasa prihatin dengan situasi dan kondisi calon penumpang yang memilih nginap diruang tunggu penumpang, Pelabuhan Kalianget.
“Saya yakin, penumpang yang memilih nginap di pelabuhan, karena ingin irit biaya. Disisi lain, cuaca yang ekstrim seperti ini, akan sangat berbahaya bagi para calon penumpang, jika memaksa untuk lepas jangkar kapal,” kata Abdul.
Abdul meminta agar Pemkab Sumenep tidak hanya memperhatikan sarapan pagi, namun kesehatan mereka juga perlu dikontrol.
“Akan terjadi masalah lain, karena persoalan cuaca bisa mempengaruhi berbagai hal, seperti terserang penyakit karena hujan, angin dan cuaca dingin jika tidak kunjung mendapat atensi pemerintah,” ujarnya.
Aktivis kepulauan ini juga menilai pemkab sumenep masih kurang memperhatikan masyarakat kepulauan. Menurutnya, masalah seperti ini, langganan setiap tahun.
“Saya berharap, Pemkab Sumenep menunjukkan empati pada masalah ini, agar tidak terus terjadi. Terlepas dari masalah cuaca, minimal Pemerintah mampu memberikan solusi yang tepat guna. Contoh, Pemerintah membangun ruang evakuasi atau penginapan gratis, di area pelabuhan kalianget, termasuk dapur umum” pungkasnya.












