Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. Fatoni

SUMENEP, Limadetik.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dr Fatoni menyatakan sejak Desember 2017 hingga Januari 2018, ditemukan satu penderita penyakit difteri dan tujuh penderita suspek.

“Dari delapan orang itu, setelah diperiksa diketahui 7 orang sukpek dan satu orang positif difteri,” katanya, Rabu (17/1/2018).

Mantan Sekretaris Dinkes setempat mengatakan, dari 27 Kecamatan yang ada di Sumenep, terbanyak adalah Kecamatan Kalianget. Karena di daerah itu struktur rumahnya berdempetan.Sehingga kuman yang menyebabkan penyakit endemis itu dapat berkembang.

“Bahaya dari penyakit difteri itu toksin yang dihasilkan oleh kuman difteri bisa menyebabkan detak jantung berhenti, jadi racunnya itu bisa meracuni jantung. Makanya setiap penderita difteri harus diberi obat anti difteri serum,” terangnya.

Ada pun gejala yang bisa dilihat dari penderita difteri, diantaranya kondisi tubuhnya panas, nyeri saat menelan karena yang diserang itu daerah saluran nafas, dan kelenjar membesar. Jika ada gejala seperti ini, secepatnya bisa diperiksa ke petugas medis agar secepatnya pula diobati.

“Kalau sudah ada gejala seperti itu cepat diperiksa, jangan sampai lambat memeriksa. Karena penyakit difteri ini termasuk penyakit yang bisa mengancam jiwa,” tukasnya. (Hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here