oleh

Pernikahan di Kampus UINSA, Polemik yang Berkepanjangan

Minggu, 27 September 2020

Limadetik.com – Oleh: Muhammad Husaini


Pernikahan di kampus UINSA masih menjadi perbincangan hangat sekaligus polemik yang berkepanjangan dikalangan mahasiswa pasalnya masih banya yang heran dengan terlaksanya kegiatan itu di masa pandemi yang nyatanya semua kegiatan mahasiswa harus steril.

Senat Universitas Bapak Syarif sebenarnya sudah menyatakan statemen bahwa tidak boleh ada kegiatan dalam kampus hal itu di sampaikan Husen anggota Pinter kampus.com baru-baru ini saya komunikasi sama bapak syarif selaku sekertaris senat UIN Sunan Ampel surabaya, saya menanyakan perihal apa boleh melakukan kegiatan didalam kampus? Dan beliau menjawab tidak boleh.

Hal ini ramai diperbincangkan di media sosial, pasalnya sebelum itu ada acara wisuda dan PBAK yang semuanya diputuskan secara online perihal acara pernikahan tersebut beliau bapak Syarif mengatakan, seharusnya bisa melakukan wisuda offline asal tetap mematuhi protokol kesehatan.

Jika pusat bisnis Uinsa berani mengadakan acara pernikahan di gedung Sport Center UINSA. Seharunya uinsa juga mampu serta berani membuat wisuda offline dengan formula yang baru dan memperbolehkan beberapa kegiatan mahasiswa asal tetap mematuhi protokol kesehatan.

Akan tetapi pasca kejadian ini banyak mahasiswa yang memperbincangkan dan menganggap bahwa uinsa adalah lembaga profit yang mengedepankan untung berupa uang untuk lembaganya dari pada memfikirkan tentang nasib pendidikan mahasiswa.

Miris, melihat semua yang kita lihat dan dengarkan oleh mahasiswa yang kecewa pada pihak Civitas UINSA khususnya bapak Zainul kepala bisnis yang telah memperbolehkan acara itu berlangsung sedangkan, mahasiswa masuk kampus saja perlu penjagaan yang super ketat tak banyak dari mahasiswa harus kembali karena tidak diperbolehkan masuk kedalam kampus.

Jika perhatikan adanya kampus sejatinya untuk mahasiswa maka, prioritas utama adalah mahasiswa setiap kegiatan mahasiswa harus didukung penuh oleh civitas akademika uinsa. Bukan hanya perihal pernikahan yang menghasilkan profit saja.

Penulis berharap untuk kedepannya UINSA tidak terlalu mengekang pada agenda mahasiswa selagi mahasiswa mematuhi protokol kesehatan karena sejatinya kampus adalah hak milik mahasiswa.

Komentar

Berita Terkini