Petani Kepulauan Sumenep Butuh Infrastruktur Pertanian

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumenep, Bambang Eriyanto

SUMENEP, limadetik.com – Potensi pertanian di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur cukup luas. Tidak hanya di daratan, di wilayah kepulauan saja masyarakat mulai membudidaya tanaman holtikultura. Salah satunya petani di Pulau Kangean.

Andalan pertanian disana adalah budidaya melon. Hasil melon Kangean mampu menguasai pangsa pasar hingga luar madura. Karena kualitas melon Pulau Kangean atau yang dikenal dengan Melon Arjasa lebih besar dan lebih manis dibandingkan melon pada umumnya.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Badrul Aini mengungkapkan, selama ini potensi pertanian di Kangean sangat besar. Hal itu didukung
dengan luas lahan potensi pertanian sekitar 23 ribu hektar.

“Pulau Kangean selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil gabah terbesar, khusunya di Kabupaten Sumenep. Disana bukan hanya penghasil padi, jagung, kacang ijo bahkan bisa untuk bawang dan tembakau. Dalam mengembangkan pertanjan, mereka perlu pengembangan infrastruktur pertanian seperti jalan akses ke lahan tani yang masih kurang memadai,” katanya, Senin (10/12/2018).

Potensi yang ada, sambung wakil rakyat asal kepulauan, tidak didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Cara budi daya yang dilakukan petani masih bersifat tradisional. Sehingga membutuhkan terobosan baru yang lebih modern, agar hasil pertanian lebih maksimal dan berimbas pada kesejahteraan petani.

“Peralatan pertanian harus lebih modern karena di Kangean, sapi dan kerbau masih dipakai membajak sawah. Kami yakin kalau ada sentuhan teknologi modern, hasil pertanian di Kangean bisa mendukung suksesnya program swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep, Bambang Heriyanto mengagakan potensi pertanian di Kangean memang luas. Bahkan dirinya mengakui melon Kangean cukup bagus. Buktinya mampu menghasilkan buah melon yang dapat bersaing dengan daerah penghasil melon lainnya.

“Hasil melon dari Arjasa, Pulau Kangean ini luar biasa, tidak semua lahan bisa ditanami melon, sehingga tahun ini kami akan melakukan identifikasi lahan yang cocok untuk diseriusi menanam buah melon,” katanya.

Ditegaskan Bambang, sebelum melangkah melakukan pengembangan dan perlindungan kepada petani setempat, perlu identifikasi untuk memastikan lahan yang benar-benar produktif ditanami melon.

“Akan kamk identifikasi secara menyeluruh, selain lahan, penyediaan benih, budidaya hingga pemasaran perlu diidentifikasi, sehingga 2019 nanti kita akan lakukan pengembangan,” tukas Bambang.(hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here