Petani Mengeluh, Harga Garam Rakyat di Sumenep Terus Menurun

SUMENEP, Limadetik.com – Petani garam mengeluh. Pasalnya harga garam rakyat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur hampir setiap pekan terus menurun. Buktinya, pada tiga pekan lalu harga garam rakyat 2.400. Pekan lalu Rp 1.400 per kilogram dan pekan ini Rp 1.300 per kilogram.

Baca : Efek Isu Impor, Harga Garam Rakyat di Sumenep Berangsur Turun

“Ya hampir setiap minggu harga garam rakyat turun. Sekarang harganya Rp 1.300 per kilogram,” kata salah satu petani garam, Sahidin (65), Selasa (31/7/2018).

Petani garam asal Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget mengungkapkan, turunnya harga dipengarui melimpahnya produksi garam. Karena mayoritas petani sudah mulai panen sejak awal bulan Juli.

Pria yang telah puluhan tahun menggeluti garam berharap supaya harga kembali stabil. Menurutnya harga yang layak saat ini minimal Rp 2.250 per kilogram.

“Kami harap harga kembali normal seperti awal masa panen (awal Juli). Kasian petani garam apabila harga terus anjlok,” tukasnya.

Di Sumenep terdapat beberapa daerah penghasil garam, seperti di Kecamatan Kalianget, Saronggi, Gili Genting, dan juga Kecamatan Gapura.

Pemerintah daerah tahun ini menarget produksi garam mencapai 260 ribu ton.Target tersebut lebih tinggi dari capaian produksi tahun lalu. Di tahun 2017, hasil produksi garam di Sumenep mencapai sekitar 232 ribu ton. Mengalami peningkatan cukup signifikan dari tahun 2016 lalu yang hanya mencapai sekitar 17 ribu ton.(hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here