Pilgub Jabar 2018 Diprediksi Berlangsung Kompetitif

Red: Rudy

JAKARTA, Limadetik.com – Perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) dinilai sangat dinamis dan ketat. Hal itu lantaran bersaingnya pasangan calon nasionalis dan religius.

“Di Jabar itu dinamis dan sangat kompetitif karena Jabar sangat unik nasional religius sehingga semua calon akan mencitrakan sebagai tokoh yang religius dan nasionalis,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago, Senin (16/1/2018).

Pangi menambahkan, Jawa Barat juga dinilai merupakan lumbung suara terbesar dalam menyumbang suara saat pilpres mendatang. Oleh sebab itulah, Jabar menjadi salah satu kunci untuk memenangkan Pilpres 2019.

“Jabar sebetulnya lumbung suara yang sangat besar karena penduduk ada sekitar 32 juta. Kalau digabung (keseluruhan penduduk) Jawa saja sudah 90 juta. Untuk Pilpres 2019 Jawa itu kunci,” bebernya.

Dalam Pilgub Jabar, ada empat pasangan yang akan bersaing, yaitu Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Demokrat-Golkar), Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Nasdem, PPP, Hanura, PKB), Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Gerindra, PAN, PKS), dan TB Hasanudin-Anton Charliyan (PDIP).

Ia menilai, PDIP memiliki keuntungan memiliki jumlah kursi yang mencukupi untuk mengusung calon sendiri. Meski begitu, Pangi menilai, di Jabar PKS, Gerindra, dan Demokrat juga memiliki mesin partai yang kuat.

“Ada empat calon di Jabar. Namun kalau melihat mesin partai, jika dilihat jumlah kursi paling besar ya PDIP karena bisa calonkan sendiri. Tapi, secara kekuatan mesin politik, justuu PKS lebih kuat basisnya dan Demokrat dan Gerindra lebih kuat,” bebernya.

Untuk mendapatkan suara pemilih, ia menilai, para calon yang bertarung harus dapat menjelaskan visi misi yang tidak mengawang-awang.

“Program yang mereka jual seperti apa. Kkalau program yang dijual mengawang-awamg tidak jelas itu menjadi problem nanti mereka menganggap bagaimana merealisasikan program sederhana,” ucapnya.

Sementara itu, Pangi memprediksi isu SARA masih akan ditemukan dalam Pilgub Jabar 2018.

“Isu-isu negatif tetap ada, kampanye hitam tetap akan dimainkan,” tutupnya.

(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here