Presiden Rusia Ungkap Rencana Licik AS Kembali Serang Assad

Red: Rudy

MOSKOW, Limadetik.com – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Amerika Serikat telah dengan sengaja menutup mata terhadap informasi yang diberikan oleh Moskow mengenai adanya teroris Suriah yang lari ke negara tetangganya Irak, dengan harapan agar para militan ini nantinya bisa digunakan untuk berperang melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Putin menyampaikan ucapan tersebut pada konferensi pers akhir tahunannya di ibukota Rusia, Moskow, Kamis (14/12). Ia mengatakan bahwa Kremlin tidak menerima “reaksi apapun” dari Washington mengenai informasi intelijen yang diberikan oleh Rusia.

“Mengapa? Karena mereka [AS] berpikir bahwa mereka [para teroris] dapat digunakan untuk berperang melawan Assad. Ini adalah hal yang paling sederhana, tetapi sekaligus hal yang paling berbahaya termasuk bagi mereka yang melakukan ini (AS), “kata pemimpin Rusia tersebut kepada hampir 1.500 wartawan, yang mengikuti sesi maraton tersebut.

Koalisi pimpinan AS mengklaim telah melakukan serangan udara terhadap sasaran yang dikatakan termasuk dalam kelompok teroris takfiri Daesh/ISIS di Suriah sejak September 2014 tanpa ada otorisasi dari pemerintah Damaskus atau sebuah mandat PBB. Aliansi militer telah berulang kali dituduh menargetkan dan membunuh warga sipil. Koalisi Internasional pimpinan AS ini juga secara garis besar dianggap tidak mampu mencapai tujuannya untuk menghancurkan Daesh. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here