https://limadetik.com/

Program Peduli Lansia Pemkab Pamekasan Berlanjut, 2022 Jatah Makan 3 Kali Sehari

Penulis: Adv/ArifEditor: Wahyu
  • Bagikan
Program Peduli Lansia Pemkab Pamekasan Berlanjut, 2022 Jatah Makan 3 Kali Sehari
FOTO: Moch. Tarsun, Kepala Dinas Sosial kabupaten Pamekasan

PAMEKASAN, Limadetik.com – Program peduli lanjut usia (lansia) dengan memberi jatah makan setiap hari yang digagas Bupati Pamekasan, dipastikan berlanjut hingga kepemimpinannya berakhir. Hal tersebut merupakan program pemerintah kabupaten Pamekasan dibawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam melalui Dinas Sosial (Dinsos) setempat.

Kepala Dinsos Pamekasan, Moch. Tarsun menyatakan, pihaknya tetap menganggarkan untuk program peduli lansia. Tahun ini, dengan memberikan jatah makan tiga kali sehari bagi para lansia yang tersebar di 13 kecamatan dengan jumlah 400 penerima, hal tersebut berubah dari tahun 2021 yang hanya memberi 2 kali jatah makanan sehari.

https://limadetik.com/

“Tetap berjalan program peduli lansia, selama bupati memimpin, program itu akan terus ada. Karena itu memang menjadi perhatian,” kata Kepala Dinsos Pamekasan, Moch. Tarsun, Kamis (30/6/22).

Program yang diluncurkan langsung oleh Bupati Pamekasan sejak tahun 2021 tersebut bertujuan untuk memberi layanan dan jaminan ketersediaan makanan bagi lansia tiga kali dalam sehari dengan makanan yang higienis.

“Makanan yang diberikan kepada mereka dipastikan sehat sesuai dengan petunjuk dinas kesehatan (Dinkes). Relawan yang bertugas mengantarkan makanan kepada lansia tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Menurut Tarsun, penerima manfaat jatah makan 3 kali sehari itu dengan ketentuan lansia hidup sebatangkara, lansia tidak produktif, atau lansia yang hidup bersama anak di bawah umur tidak produktif.

Mantan Kadisdik Pamekasan itu menjelaskan, program yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten itu, menurutnya mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama para lansia yang mendapat bantuan. Karena sejauh ini mereka tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Ini bentuk kepedulian bupati kepada masyarakat, terutama lansia. Karena program ini sangat bermanfaat kepada lansia,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan, program ini memerlukan ketulusan hati memberikan pelayanan kepada lansia seakan merawat ibu sendiri.

Mas Tamam sapaan akrab bupati muda ini menuturkan, bahwa program tersebut juga sebagai bahan evaluasi diri kepada para aparatur sipil negara (ASN) untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Makanya kami minta keikhlasan dan kesabaran dalam memberikan pelayanan kepada para lansia. Kenapa kita perlu ikhlas, sabar dan profesional, karena program ini seperti mengajarkan kita merawat ibu sendiri. Sekaligus mengajarkan kita agar memberikan pelayanan maksimal,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan