Ratusan Siswa Solo Gelar Doa dan Penggalangan Dana

Doc. Limadetikcom

 JAKARTA, Limadetik.com  — Bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Donggala Sulawesi Tengah memantik empati ratusan siswa-siswi Sekolah Dasar Al Firdaus Solo. Sebanyak 590 siswa dan pengajar SD Al Firdaus menggelar doa bersama bagi masyarakat terdampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Kegiatan doa bersama tersebut dilaksanakan di halaman SD Al Firdaus pada Selasa (2/10).

Kegiatan itu diawali dengan pembacaan puisi tentang duka gempa di Palu dan Donggala yang dibacakan langsung oleh perwakilan siswa. Setelahnya, siswa pun bersama-sama memanjatkan doa dengan khusyuk.

Menurut Kepala SD Al Firdaus, Ainul Qoyim kegiatan doa bersama itu merupakan bentuk kepedulian Al Firdaus pada korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Kegiatan itu juga untuk membangkitkan kepedulian siswa pada sesama. Tak hanya menggelar doa bersama, SD Al Firdaus pun melakukan penggalangan dana untuk membantu korban gempa di Palu dan Donggala.

“Sebelum pembelajaran dimulai kami isi dengan doa bersama dan donasi untuk korban bencana di Palu dan Donggala, donasi yang terkumpul dari seluruh unit akan disampaikan melalui Dompet Dhuafa Perwakilan Jawa Tengah,” tutur Ainul dalam pers rilis yang diterima Republika pada Selasa (2/10).

Ainul menjelaskan donasi tersebut berasal dari siswa dan orang tua siswa yang telah diinformasikan jauh hari sebelumnya. Terdapat sebanyak Rp40,8 juta donasi yang terkumpul dalam kegiatan tersebut. Menurut Ainul donasi tersebut akan diakumulasikan kembali dengan penggalangan donasi untuk korban gempa di Pluit dan Donggala yang telah dilaksanakan oleh Taman Pendidikan Prasekolah (TPP) Al Firdaus beberapa hari lalu.

Menurut Ainul kegiatan tersebut menjadi pembelajaran bagi siswa untuk berempati kepada sesama dan menanamkan nilai-nilai positif pada siswa untuk belajar memberi manfaat kepada sesama. Untuk menambah wawasan siswa tentang penanganan bencana, Al Firdaus rencananya akan mengajarkan tentang mitigasi bencana alam kepada siswa.

“Anak-anak telah banyak melihat pemberitaan di media massa tentang bencana yang terjadi, kini saatnya anak-anak tahu tentang apa yang dapat kita lakukan dan berikan untuk saudara yang sedang tertimpa musibah tersebut,” katanya.


sumber; republika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here