BANGKALAN, Limadetik.com – Rumah Sakit Umum Daeraa (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan dinilai oleh sejumlah pemuda setempat telah lambat mengambil tindakan dalam menagani tes covid.
Hal tersebut terlihat dengan kedatangan beberapa Pemuda yang bergabung dalam Barisan Pemuda Peduli Covid-19 melakukan audiensi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu, Senin 8 Juni 2020.
“Kami datang ingin mempersoalkan tes covid-19 yang begitu lama. Sehingga hal itu menjadi keresahan bagi pasien yang melakukan isolasi dan bahkan akan merasa stres” kata Ahmad Annur.
Di hadapan media, Koordinator audiensi, Ahmad Annur menilai kinerja RSUD Bangkalan sangat lambat. Akibatnya, hasil tes yang lama keluarnya akan membuat masyarakat kecewa dan takut untuk berobat ke RSUD.
Disisi lain, menurut Ahmad pasien yang terjangkit virus berbahaya ini sudah mencapai 61 orang dan itu masih ada potensi naik.
Oleh karenanya, mereka mendesak pihak RSUD Bangkalan, agar terus meningkatkan kinerjanya dalam memerangi virus yang sangat itu.
“Saya dan teman-teman Barisan Pemuda Peduli Covid 19 ini mengharap RSUD Bangkalan cepat dan tanggap menangani virus ini” ungkapnya.
Sementara itu, di tempat yang sama direktur RSUD Bangkalan dr. Nunuk Kristiani, menyatakan keterlambatan dalam penanganan pasien PDP itu karena faktor alat yang tidak memadai di RSUD Bangkalan, sehingga untuk melakukan swab test harus ke RS. Soetomo Surbaya.
“Kita di sini tidak punya alatnya. PCR itu sangat mahal, selain itu yang mau mengoperasikan masih kekurangan tenaga yang ahli” tuturnya.
Di samping itu, lanjut Nunuk Kristiani menambahkan, kalau di RSUD sebenarnya ada Tes Cepat Molekuler (TCM) yang biasa digunakan untuk tes covid 19. Hanya saja, sampai saat ini RSUD Bangkalan kesulitan mendapatkan Cetridge expert Xpres SARS-Cov – 2 untuk digunakan tes covid 19.
“Kita sudah mengajukan ke Pemda, hanya saja masih sekitar dua Minggu lagi. Itupun belum tahu RSUD ini dapat berapa”. paparnya saat menemui peserta audiensi.
Sebagaimana diketagui, kasus covid-19 di Kabupaten Bangkalan termasuk tertinggi di madura, sehingga wajar ketika masyarakat terus mendesak untuk bertindak cepat dan tanggap. (ron/yd)












