Ilustrasi

BATURAJA, Limadetik.com – Sebanyak 441 Orang Warga binaan Rutan Baturaja terancam tak bisa ikut dalam pemilihan umum di tahun 2018 yakni pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan serta di pemilihan berikutnya.

Dalam hal hak pilih bagi warga binaan Rutan Baturaja tersebut, Ketua KPUD Naning Wijaya ST saat di komfirmasi awak media di ruang kerjanya mengatakan, “Dari keseluruhan warga binaan Rutan Baturaja sebanyak 546 Orang, yang bisa memilih hanya 15 orang,” terangnya pada Rabu, (29/05/2018).

Menurut Naning, hilangnya hak pilih Para Narapidana di Rutan Baturaja itu, penyebabnya adalah tidak memiliki KTP Electronic (E-KTP) atau surat keterangan (Suket) yang di keluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kab OKU.

“Hal itu sudah jelas sesuai dengan aturan dalam PKPU mengenai daftar pemilih No 2 tahun 2018 bahwa pemilih dapat memilih dengan Syarat yang pertama ada E-KTP dan yang kedua suket, kalau tidak ada keduanya itu tidak bisa untuk memilih,” jelas Naning Wijaya

Naning menambahkan Apa bila mereka (warga binaan red) ada dari dua syarat tersebut, itu kita bisa memanfaatkan surat suara cadangan di TPS yang ada di sekitar lokasi rutan Baturaja, dan mendatangi para warga binaan tersebut.

“Dan apa bila tidak ada atau pun belum ada E-KTP itu nanti Dukcapil lah yang mengeluarkan suket tersebut, Dinas Dukcapil mungkin mendatangi Rutan Baturaja, Kan tidak mungkin apa bila para Narapidana yang ke Kantor Dinas (Dukcapil),” pungkasnya. (fikry/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here