Peristiwa

Sejumlah Desa di Kecamatan Sapeken Dilanda Banjir Rob, Desa Saseel Ketinggian Air Diatas Lutut Orang Dewasa

×

Sejumlah Desa di Kecamatan Sapeken Dilanda Banjir Rob, Desa Saseel Ketinggian Air Diatas Lutut Orang Dewasa

Sebarkan artikel ini
Sejumlah Desa di Kecamatan Sapeken Dilanda Banjir Rob, Desa Saseel Ketinggian Air Diatas Lutut Orang Dewasa
Banjir rob menggenangi jalan utama Desa dengan ketinggian mencapai 70 centi meter

Sejumlah Desa di Kecamatan Sapeken Dilanda Banjir Rob, Desa Saseel Ketinggian Air Diatas Lutut Orang Dewasa

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Sejumlah Desa di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep dilanda banjir rob (air laut meluap) salah satunya Desa yang mengalami air laut naik atau banjir rob yang masuk ke perkampungan warga adalah Desa Sase’el.

Berdasarkan laporan warga setempat pad Minggu (15/12/2024) air laut pasang mulai pukul 16.30 Wib dan mulai naik ke daratan pada pukul 17.00 Wib. Dan ini merupakan hari kelima air laut naik ke pemukiman, namun kali ini ketinggian air mencapai diatas lutut orang dewasa.

“Ini hari kelima air laut pasang dan naik ke pemukiman warga, serta menutupi akses jalan utama perkampungan. Tinggi air bisa mencapai 60-70 cm masuk ke rumah-rumah warga, khususnya di kampung karang kongo” kata Slamet Rahayu, warga setempat kepada media ini.

Ia menyebutkan, dari bibir pantai air laut naik ke daratan sekitar jarak 50-60 meter, kejadian ini pun membuat warga setempat agak panik, karena dikuatirkan adanya monster laut seperti buaya dan lainnya yang naik ke daratan.

“Dengan ketinggian air laut yang naik ke daratan kita menjadi kuatir, takut sewaktu-waktu ada angin kencang hingga membuat gelombang laut bisa melanda kampung kita, termasuk juga kuatir ada binatang laut yang membahayakan” ungkapnya.

Menurut Bayu sapaan akrab Slamet Rahayu itu, perlunya Pemerintah Desa (Pemdes) Saseel untuk segera membangun tangkis laut, agar kedepan tidak lagi terjadi air laut naik sampai beberapa puluh meter ke pemukiman warga.

“Pemerintah Desa dari tahun kemarin hanya janji akan membangun tangkis laut, dan itu juga sudah sering kita bahas di musyawarah dusun (musdus) untuk selanjutnya dibawa ke musyawarah desa (musdes). Tapi buktinya nihil, tidak kunjung dibangun, padahal pasir dan material lain seperti batu juga ada. Dan kita memang menjadikan karang kongo skala prioritas untuk tangkis laut” tandasnya.

Dengan kondisi saat ini tambah Bayu, pihaknya kembali mendesak Pemerintah Desa (Pemdes) Saseel agar tidak lagi hanya berwacana untuk pembangunan tangkis laut, sehingga kedepannya tidak lagi terjadi banjir rob setinggi saat ini.

“Karena memang di kampung karang kongo ini bibir pantainya sudah tergerus oleh gelombang laut atau abrasi. Maka kalau tidak segera juga diperhatikan, bisa mengancam keselamatan warga yang ada, jadi cobalah pemdes konsisten dengan janjinya, dan ini bisa kita lihat sudah jam lebih air belum surut” pungkasnya.