https://limadetik.com/

SMP Muhasa Bangun Komitmen Adiwiyata

  • Bagikan
IMG 20200708 WA0071

MALANG, limadetik.com – Dalam rangka menjaga komitmen lingkungan hidup itu yang ramah lingkungan, Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 1 Malang (SMP Muhasa) menggelar pelatihan “Sekolah Adiwiyata dan Karakter Peduli Lingkungan”, di aula sekolah SMP Muhasa, Selasa (7/7/2020).

Yanur Setyaningrum, M.Pd, kepala SMP Muhasa mengharapkan, dalam menjaga komitmen maka SMP Muhasa sudah siap untuk menuju sekolah adiwiyata.

https://limadetik.com/

“Kami memohon dukungan terus menerus dari tim FKIP UMM. Kami juga akan memulai pemetaan kebutuhan dan potensi. Selanjutnya, akan banyak melakukan policy study ke sekolah-sekolah yang sudah sukses ber-adiwiyata. Oleh karena itu, mari bersama-sama berjuang mencapai cita-cita mulia ini”, terang Yanur Setyaningrum dalam sambutannya.

Pelatihan dilaksanakan dengan bekerjasama dengan tim pengabdian dosen dari Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang, (Ibu Diani Fatmawati, M.Pd. dan Ibu Tutut Indria Permana, M.Pd.).

Dalam penjelasannya, Tutut Indria Permana menjelaskan bahwa Adiwiyata adalah program yang dicetuskan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk Cita-cita pembangunan berkelanjutan.

“Dasar kebijakan program ini adalah Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata”, terang Tutut Indria Permana.

Sementara itu, Husamah, M.Pd, selaku pemateri pelatihan menerangkan bahwa guru dan semua pihak di sekolah harus memahmi bahwa Program Adiwiyata merupakan upaya mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

“Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif. Jadi, semua harus terlibat” papar dosen yang juga peneliti lingkungan itu.

Ia menambahkan, “Komitmen semua pihak, semua civitas akademika sekolah menjadi kunci keberhasilan. Semua harus bergerak bersama, saling mendukung. Tidak ada yang jalan sendiri”. (Fjr/yd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan