SUMENEP, limadetik.com – Sejumlah daerah di Sumenep, Jawa Timur menjadi langganan banjir setiap musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, emak-emak di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, terpaksa harus menempuh perjalanan jauh. Itu pun hanya mendapatkan air keruh.

Baca: Emak-emak Pejuang Air Bersih di Sumenep

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, R. Abd Rahman Riadi mengatakan, bantuan air bersih untuk Desa Montorna sudah dilakukan. Namun, dirinya menyadari tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan, salah satunya keterbatasan armada.

“Untuk suplai air di Desa Montorna dan Prancak sudah kami lakukan. Tapi tidak setiap hari. Karena harus gantian dengan daerah lain,” katanya, Kamis (4/10/2018).

Menurutnya, saat ini terdapat 48 desa yang mengalami krisis air bersih. Sehingga pendistribusian air bersih harus bergantian. Satu kali pengiriman sebanyak 6 ribu liter air bersih.

“Kami terus melakukan pengiriman air bersih, tapi harus gantian. Karena tidak hanya satu dua tempat yang mengalami kekeringan,” imbuhnya.

Situnah, salah satu warga Montorna, pasa Rabu (3/10/2018) mengaku sekitar 950 warga di dusunnya kesulitan kesulitan air bersih. Sejumlah warga sebenarnya memiliki sumur, namun airnya selalu kering setiap musim kemarau. Jika ada sumber mata air, warga harus menempuh perjalanan cukup jauh.

“Kami sejak kecil mengalami kesulitan air bersih. Hingga saat ini persoalan ini belum bisa diatasi dengan baik,” keluhnya sambil menunjukkan bekas hitam yang melekat di pinggulnya akibat sering menahan timba air setiap hari.

Hal senada disampaikan salah satu tokoh pemuda Desa Muntorna, Junaidi (30). Dia mengaku sejak musim kemarau tiba tidak satupun warga mendapatkan bantuan air bersih, baik dari pihak swasta ataupun bantuan yang disediakan oleh pemerintah daerah.

“Tidak ada bantuan sama sekali, bahkan warga disini terpaksa mencari sumber mata air sendiri. Tapi karena keterbatasan alat selalu gagal,” kata Junaidi. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here