Sweeping Polsek Tlanakan Pamekasan, dua Wanita Diduga PSK Berhasil Diamankan

PAMEKASAN, Limadetik.com — Penyakit masyarakat (pekat) terasa tak ada hentinya, tak terkecuali di wilayah hukum Polsek Tlanakan, Pamekasan, Jawa Timur, saat mendapatkan informasi dari warga jika disebuah rumah warga telah lama dijadikan tempat jajanan para pria hidung belang.

“Kita lakukan penggerebekan rumah seorang warga sekaligus tersangka SH (42) di Dusun Duko Desa Ambet Kecamatan Tlanakan bersama 2 wanita yang diduga PSK masing-masing AS (18) Warga Desa Bettet Kecamatan Kota, dan NA (25) warga Desa Camplong Kabupaten Sampang” ujar Kapolsek Tlanakan AKP. Moh. Saleh, Rabu (5/9/2018) kemarin.

Penggerebekan Dipimpin langsung Kapolsek Tlanakan AKP. Moh.Saleh, namun sebelum penggerebekan dilakukan pihaknya (polsek tlanakan, red) sudah memberikan teguran pada yang bersangkutan (pemilik rumah) agar rumahnya tidak dijadikan tempat prostitusi seperti apa yang selama ini diketahui masyarakat sekitar.

“Sudah kita ingat terlebih dahulu sebelum penggerebekan kita lakukan, bahkan sampai tiga kali kita tegur tapi tidak ada i’tikad baik atas teguran kita hingga akhirnya kita lakukan penggerebekan dan penggeledahan rumah” ungkapnya.

AKP.Moh.Saleh menuturkan sasaran jika sasaran utama dalam penggerebekan tersebut tidak lain adalah pemilik rumah yang dijadikan tempat esek-esek. Karena banyak laki-laki keluar masuk dari rumah itu sebagaimana laopran warga.

“Saat penggerebekan kita lakukan para laki-laki yang kita duga sebagai para hidung belang saat itu berhamburan lari terbirit-birit. Karena memang anggota kami saat swiping hanya ada 4 orang yaa kita biarkan dan hanya focus pada para perempuannya agar tidak kabur juga” papar Kapolsek.

Sementara itu, sebagai alat bukti dari penggerebekan tersebut pihak Polsek berhasil mengamanankan barang bukti (bb) sebuah sprei yang terdapat noda dan diyakini sperma yang sudah kering.

Masih kata Kapolsek, untuk mengamankan para terduga dari warga setempat pihaknya telah membawa mereka ke Kantor Polsek Tlanakan beserta barang buktinya untuk kepentingan penyidikan, sementara pemilik rumah langsung dititipkan ke Polres Pamekasan.

“Untuk mempertanggung jaeabkan perbuatanya, SH tersangka mucikari itu dijerat dengan pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman setingginya-tingginya 10 tahun penjara,” imbuhnya. (dik/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here